-->

Notification

×

Iklan

Usut Oknum Pengelapan Aset Milik Desa Kradenan

Rabu, 07 Desember 2022 | Desember 07, 2022 WIB Last Updated 2022-12-07T03:21:05Z
Metro7news.com
Aset milik Desa Kradenan, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes diduga di gelapkan. (foto ilustrasi)

Metro7news.com | Brebes ‐ Ada-ada saja tingkah laku oknum pejabat di Desa Kradenan, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes. Ada oknum tidak sungkan-sungkan menyalahgunakan aset desa untuk kepentingan pribadinya.

 

Ironis, apa yang sudah terjadi di Desa Kradenan, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, BPKB kendaraan roda tiga Tosa, dan BPKB Mobil Siaga milik Desa Kradenan, tiba-tiba saja lenyap, entah kemana keberadaannya. Sementar, pihak Pemdes tidak ada yang mengakui keberadaan BPKB tersebut.


Jamhuri selaku Kepala Desa Kradenan, Kecamatan Kersana, saat di konfirmasi awak media di ruang kerjanya mengatakan, kalau mobil dinasnya dan BPKB menurut Jamhuri sudah sama dia.


"Tapi kalau BPKB mobil Siaga, dan BPKB kendaraan roda tiga Tosa, ada sama Akhmad mantan Kades Kradenan," jelasnya.


Tidak hanya itu saja, menurut Jamhuri, anggaran untuk lampu penerangan jalan sebesar 15 juta dan anggaran hiburan untuk wayang golek sedekah bumi sebesar 30 juta masih sama mantan Kades.


"Jadi ada sekitar 45 juta masih dipegang Akhmad mantan Kades Kradenan," ujar Jamhuri.


Terpisah, Akhmad selaku mantan Kades Kradenan, Kecamatan Kersana saat di konfirmasi wartawan di rumahnya, Selasa (06/12/22) membenarankan semua yang di tuduhkan Kades Kradenan sama dia.


"Benar, bahwa BPKB Mobil Siaga Desa, dan BPKB  kendaraan roda tiga Tosa, benar dulu sama saya. Tetapi itu dulu, ada yang meminta sama saya BPKB tersebut, tapi saya lupa siapa orangnya," ungkap  Akhmad.


Lanjutnya, mengenai uang sebesar 30.Juta untuk pembayaran wayang golek diakuinya masih dipegangnya, karena terkendala idak kondisi Covid-19. 


"Uang untuk wayang sebesar 30 juta sudah  digunakan untuk panjar wayang golek sebesar 22 juta. Kalau tidak percaya, coba tanya sama Sekdes," jelas Akhmad.


Sementara untuk pembuatan kartu sebesar 300 ribu, dan diakuinya sisanya masih sama dipegangnya. Sengaja sisa uang tersebut tidak di kasihkannya kepada Kades.


"Sekarang kalaupun butuh kejelasannya, saya siap dipanggil kapanpun. Saya siap buka-bukaan," pungkasnya.


Jadi ada dugaan BPKB kenderaan roda tiga dan roda empat milik Desa Kradenan di salahgunakan atau di gelapkan oknum.


Dimohon pihak instansi yang terkait untuk mengusut dan menindaklanjuti informasi ini.


(Zen)

×
Berita Terbaru Update