-->

Notification

×

Iklan

Ketua Tim GSC Miswar Daulay : Harusnya Bupati Madina Minta Maaf, Jangan Gunakan Suruhan itu Salah Alamat

Rabu, 26 November 2025 | November 26, 2025 WIB Last Updated 2025-11-26T11:23:39Z
Miswaruddin Daulay, S.Pd Ketua Tim GSC.

Metro7news.com|Madina - Terkait adanya pemberitaan di media online yang menyebutkan Ketua Gordang Sambilan Centre (GSC) harus meminta maaf kepada H Saipullah Nasution yang saat ini menjabat sebagai Bupati Mandailing Natal  (Madina) merupakan sikap yang sangat keliru dan salah alamat.


Ketua Tim Gordang Sambilan Centre, Miswaruddin Daulay, S.Pd dalam pers relisnya menanggapi pemberitaan yang meminta dirinya harus meminta maaf, Rabu (26/11/2025), mempertegas bahwa yang harus menyampaikan permohonan maaf adalah sebaliknya yaitu Bupati Madina.


“Seharusnya Bupati Madina yang meminta maaf. Sebab, Gordang Sambilan Centre sudah berjuang banyak untuk memenangkannya dalam Pilkada Madina 2024 lalu,” ujarnya.


Dengan lantang dan tegas Miswaruddin Daulay, S.Pd mengatakan, bahwa Tim Gordang Sambilan telah berjuang dengan "All Out" untuk memenangkan pasangan Sahata pada Pilkada 2024 lalu.


“Seharusnya Bupati Madina yang harus meminta maaf kepada Gordang Sambilan Centre dan relawan lainnya. Karena Gordang Sambilan Centre sudah berjuang habis-habisan dengan mengorbankan materil dan moril untuk memenangkan Bupati Madina saat itu,” sambungnya.


Lalu Miswar pun menyebutkan dengan sikap yang ditunjukkan Bupati Madina hari ini telah membuat pendukung merasa kecewa, karena pendukung yang setia malahan dituduh dan di fitnah.


Partai-partai pengusung pun kami dengar sudah banyak yang dikecewakan, di bohongi dan dijanji-janjikan. Sedangkan pendukung saja dikecewakan, apalagi masyarakat biasa. Hal ini bisa dijadikan bahan renungan bagi masyarakat Madina.


“Kabupaten kita sudah kehilangan sosok pemimpin yang menjadi suri tauladan yang baik dan mengayomi masyarakatnya,” ujarnya kesal.


Ketua Gordang Sambilan Centre sangat menyayangkan rilis berita tersebut, karena dari rilis berita tersebut menunjukkan sikap arogansi dari seorang bupati yang tidak mau dikritik.


“Jika tidak mau dikritik lebih baik mundur saja. Dalam hal ini kami juga menyayangkan somasi yang dilayangkan Bupati Madina. Didalam somasi itu yang menurut kami membungkam awak media untuk memberitakan kritikan terhadap bupati,” tandasnya.


Bersama dengan itu tambahnya, dengan situasi Madina hari ini yang dilanda musibah banjir, tanah longsor, dan hal ini hampir menyeluruh di Sumatera Utara seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga dan daerah lainnya.


Gordang Sambilan Centre masih berfokus untuk membantu masyarakat yang terkena dampak dari musibah tersebut.


“Gordang Sambilan Centre mengajak seluruh masyarakat Madina agar berdoa kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari mara bahaya, dan tentunya berdoa agar hujan ini menjadi berkah bagi masyarakat Madina,” tutup Ketua Gordang Sambilan Centre, Miswaruddin Daulay, S.Pd.


Tanggapan Bantahan


Sebelumnya, dikutip dari salah satu pemberitaan media online atas tanggapan dari Saipullah Nasution melalui kuasa hukumnya, Achmad Sandry yang membantah pernyataan Miswaruddin Daulay, S.Pd dalam konferensi pers, Senin (24/11/2025) lalu.


Achmad Sandry menyampaikan, bahwa somasi dalam kajian hukum merupakan surat peringatan yang ditujukan kepada pihak yang dianggap atau diduga melakukan perbuatan melawan hukum sebelum dilakukan upaya hukum baik pidana maupun perdata.


Achmad menerangkan, somasi atau peringatan tersebut bukan untuk disampaikan secara terbuka kepada publik melalui media. Sebab, belum tentu kebenarannya.


Disisi lain, kata dia, somasi dari Miswaruddin dkk kepada Saipullah sudah dijawab secara tertulis oleh kuasa hukum yang ditunjuk atas persoalan dimaksud.


“Sehingga apa yang dilakukan oleh saudara Miswaruddin Daulay dkk telah melanggar azas praduga tidak bersalah (presumption of innocence),” kata Achmad, dalam keterangan tertulis diterima wartawan, Rabu (26/11/2025) di Medan. 


Saipullah melalui kuasa hukumnya mensomir atau mengingatkan kepada Miswaruddin dkk untuk menyampaikan “permintaan maaf” secara terbuka kepada masyarakat Mandailing Natal di media online yang telah memuat berita somasi dari Miswaruddin dkk karena telah diduga mencemarkan nama baik dan fitnah Saipullah Nasution.


“Permohonan maaf ini kami tunggu dalam waktu 3×24 jam sejak peringatan ini kami sampaikan dan terima,” tegasnya. 


(MSU/ TIM)

×
Berita Terbaru Update