-->

Notification

×

Iklan

Diduga BBM Subsidi Disalah Gunakan, Warga Minta Pihak Berwenang Lakukan Sidak dan Penertiban

Jumat, 05 Juni 2026 | Juni 05, 2026 WIB Last Updated 2026-06-05T07:29:15Z
Dugaan penyelewengan BBM bersubsidi disalah satu SPBU di Madina (foto koleksi).

Metro7news.com|Madina - Kuat dugaan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Bio Solar di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akibat dampak adanya praktek penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang di jual kembali kepada pelaku kegiatan pertambangan ilegal.


Dari pengamatan wartawan media ini, diketahui pada setiap harinya terlihat puluhan kendaraan jenis truck dan kendaraan berbahan bakar Diesel mengantri panjang di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sekitar Kota Panyabungan.


Diduga dari sejumlah kendaraan yang antri di SPBU itu merupakan pelaku praktek penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Solar dan Bio Solar, dan diduga pelaku praktek penyalahgunaan BBM tersebut menggunakan barcode ganda untuk mendapatkan BBM bersubsidi.


Seperti disampaikan salah seorang warga Panyabungan, Fakhruddin, Jumat (5/6/2026), mengungkapkan bahwa tidak semua pengantri BBM Solar itu untuk kebutuhan kegiatan transportasi usahanya, sebagian besar pengantri BBM itu mengisi Solar untuk dijual kembali dengan harga sekitar Rp10.000 per/liter.


"Truck Fuso dan beberapa mobil lainnya itu sengaja mengantri BBM Solar untuk dijual kembali ke penampung dengan harga sekitar Rp10000 per/liter," ungkapnya.


Dia berharap pihak Pemerintah Daerah Madina dan pihak penegak hukum benar- benar melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi jenis Solar, agar tidak disalahgunakan yang mengakibatkan pengaruh terhadap perekonomian dan tatanan sosial serta keamanan di Madina ini.


Disisi lain, salah seorang warga yang enggan diungkap identitasnya mengakui, bahwa BBM bersubsidi jenis Solar banyak disalahgunakan ke aktivitas penambangan tanpa izin, dan itu berlangsung dengan mendapat perlindungan dari sejumlah oknum aparat keamanan dan juga aparat penegak hukum.


"Solar banyak disalahgunakan untuk di jual lagi ke penampung yang dikirim ke lokasi tambang, ini juga ada backingnya dari oknum aparat dan penegak hukum," tegasnya.


Terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Kabupaten Mandailing Natal, pihak BPH Migas  dan pihak lainnya belum dapat dikonfirmasi untuk mempertanyakan langkah dan tindakan yang akan dilakukan terhadap pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi.


(MSU)

×
Berita Terbaru Update