-->

Notification

×

Iklan

Pasca Tawuran Pantau Situasi, DPC Partai PSI Belawan Bersama Kapolsek : Tidak Ada Pembakaran Gereja

Kamis, 22 Juli 2021 | Juli 22, 2021 WIB Last Updated 2021-07-23T00:05:47Z
Kapolsek Belawan D.J Naibaho bersama Pendeta Medy Jepson Sinaga S.E, M,Th Pentakosta, dan Ketua DPC Partai PSI, pasca tawuran memantau situasi terkait kebenaran berita pembakaran gereja Pentakosta


Metro7news.com, Belawan - Dewan Pimpinan Cabang Partai Solidaritas Indonesia (DPC PSI) Kecamatan Medan Belawan, didampingi Kapolsek Medan Belawan D.J Naibaho dan Pendeta Gereja Pentakosta, Medy Jepson Sinaga SE, M.Th, meninjau serta menyampaikan bahwa tidak ada pembakaran di rumah ibadah Gereja Pentakosta.


Menanggapi adanya pemberitaan bahwa telah terjadi pembakaran Gereja di Belawan, Ketua DPC PSI Kecamatan Belawan segera melakukan investigasi dan mengecek kebenaran berita itu, Togu Urbanus Silaen meminta kepada media agar tidak berlebihan dalam pemberitaan tersebut.


Menurut Togu, media yang mengatakan bahwa gereja dibakar adalah penggorengan isu membuat belawan semakin kisruh. 


" Saya dari DPC PSI Belawan mau meluruskan, jangan berita itu dilebih-lebihkan, sehingga belawan menjadi tidak kondusif," ujarnya.


Kapolsek juga turun kelapangan langsung ke tempat kejadian, juga memberikan respon dan sikap bagaimana agar kerusuhan segera berakhir dan Belawan ini semakin baik, dalam pernyataannya kepada wartawan media ini.


" Saya bersama Kapolsek Belawan sudah memastikan bahwa hanya pintu gereja yang terbakar, jadi hanya sedikit bukan gereja seutuhnya, tapi memang ada jatuh bom molotov disini," dijelaskannya.


Masih kata Togu yang mengharapkan bersama - sama bagaimana NKRI kita semakin kondusif, dan meminta kepada rekan-rekan jurnalis untuk mendukung stabilitas Belawan.


Kapolsek Belawan, Kompol D.J Naibaho menyampaikan bahwasanya, terjadi tawuran ini mulai pukul 23:00 WIB, pasukan sudah masuk pertama dari Polsek Belawan, 3 jam kita tidak mampu maka, kemudian meminta bantuan ke Polres Pelabuhan Belawan.


" Mengingat menunggu bantuan dari Polres, mereka melemparkan bom molotov bukan pembakaran, yang mengenai pintu gereja sehingga dipadamkan tidak terjadi lebih fatal,"  ujar Kapolsek Belawan.


" Jadi tidak ada namanya pembakaran gereja yang disengaja, hanya bom molotov yang dilemparkan mengenai pintu gereja kemudian dipadamkan," ditegaskan oleh kapolsek belawan D.J Naibaho.


Diakhir statement dengan tegas Togu meminta kepada pihak Kepolisian agar mengusut tuntas penyebar berita hoax, dan juga otak dari pelaku kerusuhan yang mengganggu dan mengancam stabilitas dan kondusifitas Belawan dan Kota Medan. 


" Mari kita jaga stabilitas negeri, NKRI HARGA MATI," tutup Togu sembari mengepalkan tangan. 

(ZK)

×
Berita Terbaru Update