-->

Notification

×

Iklan

DPP GNPK RI : Hakim Harus Cermat Menyikapi Permohonan Penangguhan Bos Mafia PETI Madina

Selasa, 14 Juni 2022 | Juni 14, 2022 WIB Last Updated 2022-06-14T08:47:49Z

 

Ketua Umum Pusat GNPK RI, Basri Budi Utomo. (Foto : Redaksi)

Metro7news.com |Madina -Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (DPP GNPK RI) pusat berharap agar majelis hakim sidang kasus bos Penambangan Emas Ilegal Tanpa Izin (PETI), Kecamatan Batang Natal cermat dalam menanggapi permohonan penangguhan tahanan terdakwa AAN.


Menurut hemat kami, mulai dari penangkapan hingga pelimpahan terdakwa AAN tidak koperatif dan bahkan diduga sudah menghilangkan barang bukti ekskavator sehingga tidak bisa dihadirkan pada saat pelimpahan kekejaksaan dan proses sidang saat ini.


Hal ini ditegaskan Ketua Umum pusat GNPK RI, Basri Budi Utomo kepada wartawan via seluler, Selasa (14/06/2022). 


"Apabila majelis hakim mengabulkan penangguhan AAN, di khawatirkan masyarakat akan berprasangka  buruk terhadap majelis hakim, meski permohonan penangguhan itu hak terdakwa namun tetapi majelis  harus cermat jangan sampai terulang seperti masa penanganan di Polda dahulu . Dengan alasan sakit dan menunda-nunda P22. Hingga saat itu GNPK RI menemukan fakta lain dari rumah sakit tempat dia berobat  yang menjelaskan bahwa AAN tidak sakit," ungkapnya.


Semua itu mestinya dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh majelis, dan menurut hemat mereka, tidak ada alasan yang kuat bagi majelis untuk mengabulkan penangguhan penahanan tersebut.


"Bila di runut dari perjalanan kasus ini mulai dari awal, hingga diduga adanya tindakan kriminal terhadap salah satu awak media yang membongkar kasus ini. Kita menilai majelis tidak akan menerima permohonan tersebut," sebutnya.


Beliau menambahkan, perlu diketahui bahwa, kasus ini tetap menjadi atensi bagi GNPK RI dan bahkan penyidik Polda yang menangani perkara ini juga sudah kami laporkan ke Kompolnas.


Seperti pemberitaan sebelumnya, terdakwa AAN melalui kuasa hukumnya saat sidang agenda mendengarkan saksi pada kasus PETI, pada Kamis (09/06/2022) lalu mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada majelis hakim. 


(team)

×
Berita Terbaru Update