![]() |
| Rehabilitasi kamar mandi di SS Negeri 101777 Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, belum lama dipasang sudah jebol. |
Metro7news.com|Percut Sei Tuan - Seperti pengerjaan rehabilitasi kamar mandi atau Mandi, Cuci, Kakus (MCK) untuk lingkungan sekolah yang merupakan program Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan yang di gaungkan tahun 2025 lalu, sampai sekarang belum tuntas.
Bahkan sampai Januari masih dilakukan pengerjaannya. Menurut hasil investigasi wartawan, hampir semua kepala sekolah yang mendapat bantuan itu kecewa dengan hasil kerjanya, seakan-akan pekerjaannya asal jadi dan tidak berkualitas.
![]() |
| Air di kamar mandi yang tergenang tidak ada pembuangannya. |
Seperti yang ditemui di SD Negeri 101777 Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menurut para guru hasilnya pekerjaan tidak memuaskan, bahkan ada yang tidak dikerjakan, dan tidak serah terima dari hasil pekerjaan.
"Pintu kamar mandi aja, sudah jebol. Padahal belum ada serah terima hasil pekerjaan itu. Siswa-siswi saat ada yang mau buang air kecil, harus ada yang memang pintu itu," ujar guru yang namanya tidak mau ditulis, Jumat (30/01/2026).
Menurutnya, program MCK itu merupakan bagian dari visi-misi bupati untuk meningkatkan fasilitas sanitasi sekolah guna mendukung kenyamanan dan kesehatan siswa.
Begitu juga di SD Negeri 104209 hanya mendapat rehab satu kamar mandi, itu pun hanya dikerjakan plaponnya saja. Sedangakan di SD Negeri 107402 ada pintu yang sampai saat ini belum dipasang.
Sewaktu dikonfirmasi kepada kepala sekolahnya, mereka merasa tidak puas dengan pekerjaan karena pekerjaannya bukan kemauan pihak sekolah tapi kemaun pemborong.
"Yang penting kami tidak puas dengan hasil kerja rehabilitasi kamar mandi itu. RAB nya saja tidak ada kami ketahui, kerja apa ini, kami tidak mau menandatangani hasil pekerjaan itu," ancam kepala sekolah dengan penuh kesal.
Hal yang sama juga dialami SD Negeri 105291 Saentis, dimana pekerjaan kamar mandinya tidak sesuai ekspektasi pihak sekolah. Pekerjaannya antara siap dan tidak sudah tidak tinggal begitu saja.
Herannya, program MCK yang diinisiasi Bupati Deli Serdang, sebatas asak bapak senang (ABS), padahal audah menghabiskan miliaran rupiah untuk anggaran ini, dan pekerjaan ini sepertinya tidak ada pertanggungjawaban dari dinas terkait.
(red)


