-->

Notification

×

Iklan

Miris !!! 37 Pekerja Proyek Gedung Sekolah Rakyat Aceh Nyaris Terlantar

Rabu, 10 Juni 2026 | Juni 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-10T10:13:47Z
Para pekerja bangunan pada pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Buluh Dori, Kecamatan Simpang Kiri, kilometer 11 Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, mengadukan nasibnya karena gaji belum dibayar.

Metro7news.com|Subulussalam - Sebanyak 37 orang pekerja berasal dari Jawa nyaris terlantar di Kota Subulussalam, proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Buluh Dori, Kecamatan Simpang Kiri, kilometer 11, Provinsi Aceh. 


Menurut informasi yang diterima wartawan, pekerja yang sempat diimingi gaji besar, langsung tergiur sebelum berangkat ke Subulussalam. Rabu (10/6/2026).



"Setibanya dilokasi proyek, janji tidak sesuai ekspektasi. Kami masih menerimanya dan kami tetap bekerja," ujar seorang pekerja asal Cilacap.


Kemudian, 3 pekan bekerja, 37 orang pekerja secara dadakan disuruh pulang, pasokan untuk makan sehari-hari terputus, mobil travel yang sudah di pesan vendor bernama Eka, tiba-tiba saja menghilang, dan gaji belum dibayar.



Dalam kondisi panik, beberapa perwakilan dari 37 pekerja mendatangi kediaman Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Edi Sahputra Bako, S.Sos., sekira pukul 20:00 WIB untuk meminta bantuan untuk mengurus permasalahan yang mereka hadapi. 


Degan sigap, Edi Sahputra Bako bergerak cepat dengan memandang kemanusiaan pada Selasa 9 Juni 2026, turut di dampingi tim dari Ormas LAKI dan beberapa awak media, bergerak kelokasi Kantor Waskita Karya (Persero) Desa Buluh Dori kilometer 11 dilakosi pembangunan Sekolah Rakyat.


Setibanya dilokasi, Edi Sahputra Bako dan tim lainnya disambut dari perwakilan Waskita, Pitra dan karyawan Waskita lainnya. Edi mengadvokasi dan meminta hak pekerja.


"Kita sudah mentransfer kepada mandor mereka. itu bersifat borongan bukan harian," jelas Pitra.


Untuk lebih lengkapnya lagi, lihat vidio ucapan Pitra selaku orang Waskita dilink Metro7news.com.


(Amdan Harahap)





×
Berita Terbaru Update