-->

Notification

×

Iklan

Lintas 98 Sumut : Tuntaskan Kasus Korupsi BGN, Hidupkan Ekonomi Rakyat Lewat Penggunaan Bahan Makanan Lokal

Senin, 06 Juli 2026 | Juli 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-06T03:10:14Z
Amru Siregar, SH.

Metro7news.com|Medan - Lintas 98 Sumut  mengapresiasi langkah hukum atas penangkapan 2 oknum perwira tinggi, yakni  Brigjen Pol LMI dan Kol BU, terkait lanjutan  pengusutan dugaan kasus monopoli Food Tray dan markup sepeda motor listrik pada program MBG.


Hal tersebut disampaikan salah seorang juru bicara Lintas 98 Sumut, Amru Siregar, SH kepada wartawan, Senin (6/6/2026). 


Disebutkan Amru Siregar, penangkapan terhadap dua oknum pejabat diatas, merupakan langkah awal guna membuka borok dan kebobrokan oknum-oknum yang mengambil keuntungan pribadi dari kegiatan BGN dalam mengelola Program Makan Gizi Gratis. 


Ditambahkan Amru Siregar, tingginya biaya SOP BGN, karena adanya oknum yang melakukan monopoli dengan memaksa  SPPG untuk membeli steamer, mesin cuci omprengan, AC, CCTV, dengan skema wajib untung, bisa jadi justru merupakan biang kerok utama penyebab biaya MBG paling mahal untuk kawasan se-Asia.


Melihat kondisi adanya segelintir oknum yang berusaha memainkan Program Presiden Prabowo dalam Makanan Gizi Gratis guna memperkaya diri sendiri.


"Kita mendukung agar bapak presiden segera mengambil langkah-langkah tegas dalam penegakan hukum, terukur, melakukan perbaikan dalam sistem tata kelola Makanan Gizi Gratis, dan pada akhirnya menghidupkan hajat orang banyak lewat proses ekonomi kerakyatan," sebut Amru Siregar. 


Dipaparkan Amru Siregar,  penegak hukum harus membuka seluruh dokumen pengadaan MBG ke publik. Lantas melakukan proses hukum dari hulu sampai hilir tanpa pandang bulu. Kemudian dilakukan audit menyeluruh serta perbaikan sistem kinerja BGN, sekaligus melakukan audit dari para pakar  independen terhadap SOP BGN. 


Seperti dengan menilai ulang sarana dan prasarana apa saja yang menjadi prioritas dalam menjalankan program MBG, serta sarana dan prasarana apa saja yang terkesan hanya akal-akalan untuk sekedar membuka peluang manipulasi anggaran. 


"Tutup peluang terjadinya sistem yang memaksa hingga tidak akan lagi akan kita dengar istilah, semua orang harus untung di atas piring anak," keras Amru Siregar. 


Amru juga menyoroti  tingginya penggunaan bahan-bahan makanan impor, dan segera  beralih menggunakan bahan baku lokal hingga dapat menggerakkan laju ekonomi kerakyatan. 


"Banyak bahan baku lokal yang dapat dimanfaatkan oleh dapur dapur MBG seperti dengan menggunakan sayuran hidroponik, jamur tiram, telur dan komoditas petani/nelayan yang berada dilokasi terdekat seputaran dapur MBG," ujar Amru Siregar. 


"Selain gizi anak-anak tetap terjaga, juga sekaligus menaikkan pendapatan masyarakat yang berada disekitar lokasi MBG," tutur Amru Siregar.


Apalagi sebut Amru lagi, tujuan utama MBG adalah menggerakkan ekonomi masyarakat pedesaan yang berprofesi sebagai nelayan dan petani, juga penggiat UMKM dibidang bahan makanan. Hingga kehadiran dapur MBG  tidak jadi bancakan oligarki peralatan. 


"Anak kenyang, petani dan nelayan teriang dan senang," yakin Amru Siregar.


Terakhir Amru Siregar SH menegaskan, Lintas 98 Sumut siap mengawal program MBG dan akan berusaha menjadi  jembatan komunikasi antara BGN dengan kelompok tani/peternak di daerah, khususnya di Sumatra Utara. 


(fitri)



×
Berita Terbaru Update