Metro7news.com|Medan - Oknum Lurah Pulo Brayan Darat II, Elfrida Aguswati Nainggolan atau Elfrida dilaporkan ke Inspektorat Kota Medan oleh warga yang berdomisili dilingkungan 1 kelurahannya, sebut saja Ismi, Selasa,(7/6/2026).
Laporan Ismi dan Pak Udin suaminya tersebut kepada Inspektorat Kota Medan, karena kecewa atas sikap dan pelayanan lurah serta perangkat Kelurahan PB Darat II, yang tidak mengeluarkan SS (Surat Tidak Silang Sengketa) terhadap tanah dari rumah yang ditempatinya, tanpa memberikan keterangan alasan resmi dari penolakan.
"Ibu lurah lewat sekretaris dan Kepling 1 katanya mau mengeluarkan SS bila diperlihatkan Grand Sultan (GS) yang asli. Ketika waris pemilik GS menunjukkan aslinya, tetap saja SS tidak dikeluarkan. Malah kita dianjurkan untuk kordinasi dengan pihak KAI," heran Ismi.
Ismi melanjutkan keheranannya, meskipun yang mengklaim sepihak lahan kediamannya adalah bagian lahan KAI adalah Petugas TL KAI Divre Sumut, Zulpadli, dan bukan pejabat berwenang seperti Komisaris Utama ataupun Kepala Divre Sumut berdasarkan alas hak tanah perusahaan seperti Groondkaart. Namun pihaknya tetap dianjurkan untuk berkordinasi dengan Zulpadli.
"Kok jadinya pimpinan dan atasan lurah itu bukannya Wali Kota Medan, tapi malah petugas TL KAI," lanjut Ismi lagi.
Karenanya, Ismi berharap laporannya kepada Inspektur di Inspektorat Kota Medan kembali mengangkat citra dan wibawa Pemko Medan, terutama citra Wali Kota Medan, Rico Waas dimata warga.
"Memangnya apa alas hak KAI, toh mereka sendiri juga sudah mengakui lewat bagian data elektronik aset lahannya berada di Jalan Mesjid, Kelurahan PB Darat II. Juga di Makamah Agung dengan tegas mengakui 9 bidang lahannya tidak ada yang berada di Jalan Jambu/Gang Jambu. Masak kami berkordinasi dengan petugas lapangan ataupun petugas lapangan yang sama sekali tidak memahami soal aset," tukas Ismi.
Sarah petugas surat menyurat Inspektorat Kota Medan yang dikonfirmasi soal kelanjutan laporan Ismi ini mengatakan, akan menghubungi Ismi kembali, setelah pimpinannya mengarahkan surat laporan ke Irban yang ditunjuk.
"Kami hubungi kembali setelah ada penunjukan inspektur yang menangani," sebut Sarah, Selasa (7/7/2026).
(fitri)
