-->

Notification

×

Iklan

Diduga Terima Upeti Terkait Galian Fiber Optik, Oknum Trantib 2 Kecamatan Dan Kontraktor Saling Lempar Bola

Sabtu, 22 Mei 2021 | Mei 22, 2021 WIB Last Updated 2021-05-22T17:41:50Z

 

Pekerjaan galian fiber optik di di Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batangkuis menuai protes warga.

Metro7news.com, Batangkuis - Terkait korekan tanah galian fiber optik yang ditumpukan di saluran drainase, akhirnya menjadi masalah. Pasalnya, tumpukan tanah dari korekan galian fiber tersebut  menahan lajunya air, sehingga menyebabkan banjir.


Hal ini dialami salah seorang warga Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dimana warga tersebut berang akibat terjadinya banjir dilokasi tersebut , Sabtu (22/05/2021).


“Wilayah kita ini rawan banjir, meski tidak ada pekerjaan tersebut kita selalu kebanjiran jika turun hujan deras, apalagi kalau seperti ini, parit sengaja ditimbun kan dari hasil korekan galian fiber tersebut, ini namanya membuat orang menjadi sengsara,”ujar Ghofur, SH.


Dalam hal ini juga, Ghofur mendesak agar dinas terkait yang memberikan izin kepada pihak yang mengerjakan galian kabel fiber optik tersebut untuk meninjau hasil pekerjaannya, juga izin yang diberikan.


Ditambahkannya, sebelumnya sudah ada pertemuan dengan pihak kontraktor membahas perihal lambatnya pekerjaan tersebut, tepatnya pada tanggal 5 Mei 2021 yang lalu. Soalnya, dalam pertemuan itu, sudah dipertanyakan juga mengenai izin pekerjaan kepada wakil dari pihak kontraktor bernama Reyhand.


“Dalam hal ini, pihak kontraktor menjanjikan akan merapikan dan mengangkat tanah dari dalam saluran drainase sebagai penyebab tersumbatnya saluran drainase di lokasi itu. Ironisnya, janji dari pihak kontraktor tersebut hanya sebagai isapan jempol saja,”ketusnya.


 Padahal pada waktu pertemuan di Kantor Desa Bakaran Batu, Reyhand yang  ditemani dua rekanya  telah menyatakan, tepatnya pada tanggal 5 Mei lalu, Reyhand yang disaksikan dua rekannya itu mengatakan bahwa, Reyhand ada memberikan dana kepada oknum Trantib Kecamatan Percut Sei Tuan berinisial JP. Dan dana yang diberikan tersebut diduga sebagai uang upeti untuk Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan Batangkuis.


Terkait hal tersebut, salah satu perwakilan awak media mencoba mengkonfirmasi kepada oknum Trantib Kecamatan Percut Sei Tuan berinisial JP melalui WhatsApp. Namun oknum tersebut berdalih bahwa upeti yang diterimanya adalah sebagai ucapan terimakasih yang diberikan oleh kontraktor tersebut.


“Uang yang dibagikan itu kepada saya merupakan uang untuk rekomendasi izin ke Dinas PUPR Kabupaten Deli Serdang Sumatera,”jelas JP. 


Sebaliknya, oknum Trantib Kecamatan Batangkuis berinisial S, membantah tidak menerima uang dari pihak kontraktor, melalui dari pesan singkat WahtsApp.


“Coba suruh jumpakan kontraktornya sama JP ke kantor. Biar tau jelas ceritanya, jangan saya dikambing hitamkan. Saya pun sudah perintahkan Kades  Bakaran Batu untuk memberhentikan  galian tersebut,"balasnya.


Hal senada disampaikan Muslim sebagai Perwakilan BPD Desa Bakaran Batu, bahwa dalam pertemuan itu juga sudah diminta supaya ke depannya, pihak kontraktor yang akan mengerjakan pekerjaan hendaknya berkoordinasi dengan pemerintahan desa setempat.


“Jangan gali-gali aja, waktu masalah semuanya buang badan,“ketus Muslim.


Ditambahkannya, saat ini, pemerintahan desa hanya jadi sasaran dari komplain masyarakat apabila terjadi masalah. Sementara pihak pemerintahan desa sendiri tidak mengetahui sedikitpun terhadap adanya proyek galian fiber optik yang meresahkan masyarakat tersebut. 


Sementara, Bambang sebagai saksi pada pertemuan tersebut kecewa dengan oknum kecamatan yang diduga sudah mengetahui adanya pekerjaan, namun terkesan tidak memberitahukan kepada pemerintahan desa setempat. 


Hingga berita Ini dibuat, rekan-rekan media belum mendapatkan Jawaban pasti dari pihak yang berkompeten tersebut. Bahkan mereka saling lempar bola panas. 


    (Dede S)


×
Berita Terbaru Update