![]() |
| Ketua Persatuan Wartawan Deli Serdang ( PWDS) Feri Afrizal menanggapi aksi teror penembakan terhadap Pemred salah satu media online. |
Metro7news.com, Sumut - Kasus kekerasan terhadap wartawan khususnya, di Sumatera Utara, kian marak terjadi. Bukan saja teror dan intimidasi yang dihadapi oleh rekan-rekan pemburu berita. Terkini, datangnya kabar meninggalnya seorang Pemred salah satu Media Online Lassernewstoday.com yang diduga tewas dibunuh oleh orang tak dikenal (OTK), Jum'at (18/06/2021), di Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan para insan pers dan Organisasi Profesi Wartawan di Sumatera Utara.
Menyoroti dan menanggapi kejadian tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Deli Serdang (DPP PWDS), Feri Afrizal mengatakan bahwa, kejadian ini sangat memukul bagi kami dan rekan-rekan satu profesi, hak wartawan sudahj telah diatur dalam UU No 40 Tahun 1999, salah satu nya adalah profesi yang dilindungi secara hukum.
"Profesi wartawan sudah jelas diatur dalam UU Pers, yaitu salah satunya adalah wartawan dilindungi hukum dalam menjalankan profesinya, tentu kabar ini sangat memukul kita sebagai insan pers," ungkap Feri, Sabtu (19/06/2021).
Dikatakannya lagi, bahwa kejadian intimidasi dan teror kerap kali terjadi, dalam kurun bulan ini, dua kejadian teror dialami rekan-rekan kita, sebelumnya kasus pembakaran rumah rekan kita di Binjai, kini kasus pembunuhan yang dialami Marsal di Siantar.
Atas kejadian ini, DPP PWDS mengutuk dan mengecam keras, serta meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini,
"Kami DPP PWDS mengutuk keras dan mengecam atas teror yang mengakibatkan meninggalnya rekan kami. Kepolisian harus usut tuntas kasus ini, Negara kita tidak boleh kalah dengan aksi premanisme ala bar-bar. Negara kita adalah negara hukum,"tegas Feri sembari mengakhiri pembicaraan kepada awak media.
Dimana diketahui sebelumnya , berdasarkan informasi yang berkembang, Seorang Pemred Media Online dikabupten Simalungun Mara Salem Harahap (42th) atau Marsal tewas dibunuh oleh OTK , saat terlebih dahulu dijemput dikediamannya dan kemudian korban ditemukan tewas dengan luka sekujur tubuh dan ditemukan diduga bekas tembakan senjata api, pada dini hari Jum'at sekira pukul 23.30wib 18/06/21, lalu.
Terkini diketahui oleh awak media , Dirkrimum Polda Sumatera Utara Kombespol Tatan Dirsan didampingi Kasubdit Jatanras Dirkrimum Polda Sumatera Utara AKBP Taryono Raharja, beserta Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo dan Kasat Reskrim AKP Rachmat Aribowo, serta Kapolsek Bangun AKP LS Gultom melakukan olah TKP dan kemudian mengunjungi rumah duka, pada Sabtu (19/6/21) .
Sementara saat ini jenasah masih dilakukan autopsi diRumah Sakit Polda Bhayangkara Sumatera Utara Jl.Wahid Hasyim Kota Medan. ( Red )
