-->

Notification

×

Iklan

DPD Partai Golkar Sumut Diminta Evaluasi Kembali Plt PK Partai Golkar Percut Sei Tuan

Selasa, 13 Juli 2021 | Juli 13, 2021 WIB Last Updated 2021-07-14T00:43:25Z

 

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depcab Soksi), Kabupaten Deli Serdang.

Metro7news.com, Percut Sei Tuan - Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara yang di Nakhodai oleh Musa Rajekshah, SH salah seorang Kader Muda Partai Golkar, yang juga Wakil Gubernur Sumatera Utara, diminta evaluasi kembali Plt PK Partai Golkar Kecamatan Percut Sei Tuan. Apalagi, untuk menuju program dua juta kader di Sumatera Utara untuk tahun 2024 dari Partai Berlambang Pohon Beringin tersebut.


Sementara, program yang dicanangkan seorang Pemimpin Muda ini untuk tahun 2024 untuk mengembalikankan kejayaan Partai Golkar pada awal Era Reformasi patut diberi apresiasi dan ajungan jempol.


Namun, untuk mencapai semua rencana ini tidak semudah seperti yang  telah digaung-gaungkan dan juga tidak seperti membalikkan telapak tangan.


Hal ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depcab Soksi), Kabupaten Deli Serdang, Irdiansyah pada awak Media, Senin (12/07/21) di Cafe Doktor Cofee, Komplek MMTC, Jalan Selamat Ketaren, Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (13/07/21).


Irdiansyah juga menyanyangkan, gagalnya pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Kecamatan Percut Sei, pada Minggu (11/07/21), kemarin tanpa diketahui alasannya.


Ditambahkannya, gagalnya pelaksanaan musyawarah ini merupakan catatan sejarah yang terjelek semenjak adanya Partai Golkar di Kecamatan Percut Sei Tuan. Padahal kecamatan tersebut merupakan lumbung suara Golkar terbesar dan terbanyak di Provinsi Sumatera Utara. 


“Kita prediksi gagalnya musyawarah ini dilaksanakan akibat dampak mundurnya Drs. T. Amek Thala'a dari kursi Kepemimpinan orang nomor satu partai yang pernah berkuasa di negeri ini di era awal Reformasi. Dan terpilihnya Musa Rajekshah pada Musda yang dilaksanakan di Jakarta beberapa bulan yang lalu,” jelasnya.


Ditambahkannya, banyaknya permasalahan yang terjadi di internal partai ini sekarang, oleh sebab itu diminta pelaksana tugas (Plt), Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Deli Serdang menonaktifkan beberapa Pimpinan Kecamatan Partai Golkar yang ada di Kabupaten tersebut. Salah satu di Kecamatan Percut Sei Tuan.


“Kita sangat menyanyangkan kinerja Plt yang ditunjuk oleh Plt DPD Partai Golkar Deli Serdang untuk melaksanakan musyawarah sekaligus untuk menetapkan pimpinan yang defenitif Partai Golkar Kecamatan Percut Sei Tuan. Ada dugaan di karenakan tidak memahami tentang AD/ART Partai Golkar,” ungkap mantan Wakil Sekretaris DPD AMPI Deli Serdang dan juga mantan Komisaris Golkar Percut Sei Tuan di era Orde Baru tersebut.


Dalam hal ini, Irdiansyah minta kepada Ketua DPD Partai Golkar Sumatera utara, Musa Rajekshah, SH untuk segera melakukan evaluasi terhadap Plt Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Percut Sei tuan yang ditunjuk oleh Plt Partai Golkar Deli Serdang dan segera di gantikan dengan Plt yang mengerti dan menguasai AD/ART Partai, sebab ini penting sekali.         


Padahal, dalam AD/ART Partai Golkar sudah tertera dan baku tidak dapat ditawar sebagai panduan untuk dilakukannya musyawarah. Yang mana di AD/ART tersebut telah diatur sebagai unsur peserta musyawarah, dan ini tidak dilakukan oleh Plt tersebut. 


Soalnya, di musyawarah PK. Partai Golkar Kecamatan Percut Sei tuan yang gagal dilaksanakan minggu lalu. Ada dugaan tidak adanya di undang unsur sayap oleh Plt sebagai peserta musyawarah. Seperti unsur Pendiri Partai Golkar dari Tri karya, yaitu dari Soksi, Kosgoro, dan MKGR, sebagai yang melahirkan dan membidani Partai Golkar pada tanggal 20 Oktober 1964.

 

Sedangkan yang dilahirkan Partai Golkar seperti, AMPI, AMPG, AL-HIDAYAH dan lainnya. Dan ini mempunyai masing-masing satu suara selain dari pengurus desa yang legalitasnya jelas. 


Anehnya lagi kata Irdiansyah, pimpinan desa partai tersebut dari hasil musyawarah desa tidak dilibatkan kan untuk menjadi peserta musyawarah. Semua pengurus desa yang telah terbentuk oleh kepengurusan PK Partai Golkar Percut Sei Tuan, sebelumnya tidak diakui melainkan diminta sebagai peserta untuk musyawarah yang telah di misioner. 


Ini bukti bentuk ketidak mengertian Plt yang telah ditunjukkan oleh Plt DPD Partai Golkar Deli Serdang dan asal comot saja, sehingga merugikan partai itu sendiri. Takutnya, ini dapat menimbulkan perpecahan sesama kader nantinya. 


“Diduga ini semua akibat adanya muatan kepentingan pribadi dan golongan dari Plt tersebut,” tambah Irdiansyah. 


Terlepas dari siapa yang di jagokan oleh para kader partai dari desa tersebut untuk memimpin kedepan, pada kesempatan ini, Irdiansyah minta jangan pilih calon pemimpin yang berasal dari kader jenggot melainkan pilih calon pemimpin yang dapat membesarkan partai. 


Dan untuk Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah, SH diharapkan demi tercapainya program dua juta kader untuk Pemilu 2024, untuk tidak melakukan intervensi pada musyawarah lanjutan nantinya demi tidak terjadi perpecahan sesama kader. 


“Berikan kesempatan pada kader untuk menentukan siapa bakal pemimpin pilihan mereka yang dianggap mereka mampu membesarkan partai tersebut kedepannya,” pungkas Irdiansyah. (red)


×
Berita Terbaru Update