| Mahasiswa yang tergabung dalam DPW Gerakan Mahasiswa Peduli Transparansi ( Gempet), melakukan aksinya di depan Gerbang Kantor PDAM Tirtanadi Sumut. (foto/FR Nasution ). |
Metro7news.com, Medan - Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat berunjuk rasa di Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumatra Utara, di Jalan SM. Raja Medan, Rabu (27/10/21), sekira pukul 11:00 WIB.
Unjuk rasa ini berkaitan dengan keluhan masyarakat yang ada di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan. Dimana hal ini masih banyaknya persoalan, mulai dari pendistribusian air ke setiap rumah planggan yang kadang hidup dan mati.
Kemudian tagihan air yang melonjak tajam, dinilai tidak sesuai dengan pemakaian, dan selain itu, beberapa dugaan proyek fiktif yang disampaikan oleh elemen mahasiswa dan masyarakat dalam orasinya.
Aliansi Mahasiswa yang terhimpun dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Transparansi ( Gempet), menyampaikan aspirasi dan orasinya di depan Gerbang Kantor PDAM Sumatra Utara, menjadi perhatian bagi Warga Kota Medan yang melintas.
Koordinator aksi menyampaikan tuntutan nya agar Direktur PDAM Sumatra Utara untuk mundur dari jabatannya karena dianggap sudah menyengsarakan masyarakat di Sumatera Utara.
Beberapa kebijakan yang ditetapkan terkesan melanggar hukum, seperti penandatangan pegawai honorer yang di paksa menandatangani kontrak kerja selama tiga bulan. Sistem pencatatan air yang berbasis android yang saat ini merugikan konsumen air bersih, serta diduga beredarnya permainan lelang proyek fiktif, yang ada di Cabang PDAM Martubung, serta keputusan pimpinan yang terkesan membebani masyarakat.
FR. Nasution, selaku koordinator dalam aksi tersebut mengutarakan pada awak media bahwa kami akan tetap mengawal serta mengiring kasus ini degan serius sampai aspirasi masyarakat di Sumatera Utara dapat selesai.
Dan jika terbukti dugaan mafia lelang serta kebijakan Direktur PDAM Sumut terkait penyalahgunaan wewenang jabatan yang diembannya dapat kami ungkap.
Tidak hanya sampai di situ, FR. Nasution juga menegaskan, bahwa Top management yang baru-baru ini diraih oleh Dirut PDAM adalah dianggap raihan prestasi yang keliru. Sebab keluhan masyarakat terhadap pelayanan air minum di Sumatera Utara masih buruk.
"Kami meminta Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi untuk mengevaluasi kembali terkait penghargaan yang di berikan kepada Direktur Tirtanadi itu," pungkas FR Nasution.
Seusai menyampaikan tuntutannya, para pengunjuk rasa langsung di tanggapi oleh salah satu perwakilan dari PDAM Tirtanadi Sumut, yang langsung disambut oleh Zul selaku Sekretaris Perusahaan (Sekper), di PDAM Tirtanadi Sumut.
Dalam pertemuan tersebut, SekperPDAM Tirtanadi Sumut mengatakan, terkait beberapa tuntutan yang di sampaikan oleh pengunjuk rasa, nanti akan kami sampaikan kepada Direktur langsung.
"Beberapa tuntutan ini akan kita sampaikan langsung ke direktur, namun terkait persoalan Reduksi sudah diproses di Ombusman. Jadi hal ini sudah tidak ada masalah, selain itu juga dugaan proyek fiktif akan kita sampaikan kepada Direktur,"tegasnya di hadapan pengunjuk rasa.
Setelah mendapatkan jawaban, Aliansi Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Peduli Transparansi Sumatera Utara melanjutkan aksinya ke Kantor kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.(Gus)