![]() |
| Aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Mandailing Natal, (foto koleksi). |
Metro7news.com|Madina - Aktivitas perusakan hutan terus berlanjut dilakukan oleh pelaku penambangan tanpa izin {PETI), kali ini Kawasan Hutan Konservasi Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di wilayah Hulu Sungai Batang Batahan yang berbatas langsung dengan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Berdasarkan keterangan dari warga yang disampaikan kepada Redaksi media ini, terdapat 3 unit excavator yang memasuki kawasan Hutan TNBG melalui Jorong Panggambiran, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat.
"Ada perusakan hutan di kawasan TNBG aliran Hulu Sungai Batang Batahan, mereka masuk melalui Panggambiran Pasaman Barat," ungkap sumber yang meminta identitasnya tidak dimuat dalam pemberitaan, Senin (09/02/2026).
Diungkapkan juga, nama koordinator lapangan (Korlap) aktivitas PETI di kawasan Hutan TNBG itu adalah Martahan Nasution alias Taan Koyok warga Jorong Panggambiran Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat.
Masih kata sumber, diduga pemodal aktivitas PETI di wilayah Hutan TNBG itu adalah oknum Purnawirawan Polri berinisal S yang dulu pernah bertugas di Ditkrimsus Polda Sumut sebagai Kasubdit Tipiter.
"Korlapnya dari Panggambiran Martahan alias Taan Koyok, sedangkan pendana diduga S. Kabarnya pernah tugas di Polda Sumut sebagai Kasubdit Tipiter," jelasnya.
Mirisnya, perusakan hutan oleh pelaku PETI dari Jorong Panggambiran, Kecamatan Koto Balingka ini tidak ada tindakan dari Balai TNBG, sedangkan warga Madina sendiri dilarang keras melakukan aktivitas perusakan hutan pada kawasan hutan tersebut.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha Balai Taman Nasional Batang Gadis, Herbert Aritonang, yang di mintai tanggapan terkait informasi adanya aktivitas PETI di Kawasan Hutan TNBG tepatnya di Hulu Sungai Batahan (Aek Batahan) menyampaikan akan segara menurunkan tim untuk melakukan penanganan.
”Kami akan menurunkan tim untuk penanganan. Saat ini tim patroli dari Seksi PTN 3 sudah disiapkan," sebut Herbert Aritonang dengan tegas.
(MSU)
