![]() |
| Foto aksi Emak - emak yang resah akan keberadaan lokasi judi tembak ikan, menghancurkan semua meja judi. |
Metro7News.com, Deli Serdang - Merasa geram dan meresahkan akan lokasi judi jenis tembak ikan, warga yang didominasi oleh emak - emak secara membabibuta menghancurkan markas judi.
Markas judi yang digerebek dan diporak-porandakan warga tersebut, terletak di Dusun II, Batang Pacat Desa Paluh Sibaji, Kabupaten Deli Serdang, pada Jum'at (01/10/2021) sekira pukul 16.00 WIB.
Warga yang didominasi oleh emak - emak yang merasa resah akibat para suaminya yang pulang tidak bawa uang, bahkan kadang tidak pulang dikarenakan asyik bermain judi tembak ikan, yang bebas tanpa ada larangan dari pihak pemerintah dan aparat penegak hukum, sehinga anak-anak remaja yang masih sekolah juga ikut asyik bermain judi.
Emak - emak yang terlihat emosi menghancurkan meja mesin judi tembak ikan tersebut, dan membakarnya sehingga petugas Polsek Pantai Labu turun mengamankan aksi warga, hingga pukul 19:00 WIB.
Dalam penelusuran awak media dilapangan, informasi dari berberapa warga yang tidak mau dipublikasikan namanya, mengatakan judi tembak ikan tersebut sudah beroperasi cukup lama dikampung ini, tanpa tersentuh hukum, bahkan sering terjadi keributan di lokasi itu.
" Dengan adanya judi ini suami saya sampai menjual sampan, kereta (motor-red), pulang jarang, gak pernah ada duit jadi rumah tanga ribut terus, ternyata uang nya habis buat main judi," papar berberapa emak-emak dilokasi.
Kepala Desa Paluh Sibaji, Afis saat dikonfirmasi awak media, melalui via whatssap terkait arena judi membenarkan adanya penggerebekan oleh emak - emak.
" Memang benar bang, warga khususnya emak - emak sudah pada lapor ke desa, bahkan sudah kita surati dengan pernyataan berberapa warga untuk segera ditutup, namun tetap saja beroprasi, sehinga hari ini terjadilah kemarahan warga. Secara beramai - ramai mendatangi tenpat judi tersebut, dan menghancurkan tempat judi yang selama ini beroprasi, " jawab Kades dengan via telpon selulernya.
Masih kata Kades, para emak - emak tersebut sudah lama merencanakan aksi demon markas judi, apabila tetap beroperasi.
" Pada hari ini lah para warga dengan kompak bahkan sudah diperingatkan untuk tidak berbuat anarkis, namun aksi anarkis para emak - emak emosinya tidak terbendung," tutup Afis.
( Red/rilis)

