![]() |
| foto/Illustrasi |
Metro7news.com, Percut Sei Tuan – Penggunaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Tahun 2020 di SD Negeri 106811, menjadi perbincangan hangat dikalangan media. Pasalnya, ada beberapa item penggunaannya perlu dipertanyakan, apalagi pada saat kondisi Pandemi Covid-19.
Misalkan, pada pengunaan anggaran di tahap dua. Dimana anggaran layanan dan jasa sebesar Rp. 26 juta. Sementara pada tahap pertama, hanya Rp. 21 juta (sebelum Pandemi Covid-19). Anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp. 11 juta.
Sementara, pada tahap tiga, anggaran untuk pembelajaran dan ekstrakulikuler Rp. 7 juta, sedangan pada tahap pertama hanya Rp. 2 juta. Langganan daya dan jasa Rp. 22 juta, dan untuk anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp. 13 juta. Dalam hal ini, ada peningkatan dalam penggunaan anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp. 2 jutaan.
Seperti penggunaan anggaran untuk pembelajaran dan ekstrakulikuler pada tahap pertama dan tiga, ini menjadi pertanyaan juga. Karena pada tahap tiga, ada peningkatan anggaran sebesar Rp. 5 juta. Sementara, pada tahap tiga, kegiatan belajar dan mengajar melalui online atau daring.
Untuk anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tersebut, lumayan besar juga setahunnya mencapai Rp.33 juta. Untuk itu dimohon kepada kepala sekolah (Kepsek), SD Negeri 106811 Bandar Setia, M. Siregar untuk dapat mengklarifikasi berita ini.
Saat dikonfirmasi kepada M. Siregar, Jum’at (01/09/21), dikatakannya tidak ada janji dengannya. Karena menurutnya, dia ada urusan rapat di dinas.
“Sudah ada janji rupanya untuk konfirmasi, hari ini saya tidak bisa karena saya ada rapat di dinas,”ucap M. Siregar tanpa memberitahukan di dinas mana dia rapat. (Andi)
