| Murid-murid SD negeri 105341 Desa Durian Pantai Labu lagi serius mengikuti ujian semester. (foto/red) |
Metro7news.com, Pantai Labu – Mohon perhatian kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang dalam hal Kepala Dinas Pendidikan, untuk mengevaluasi kinerja dua kepala sekolah (Kepsek), diantaranya Kepsek SD Negeri 105341 Desa Durian dan Kepsek SD Negeri 105340 Denai Sarang Burung, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Pantauan awak media dilapangan, Senin (13/12/21), di ke dua sekolah dasar tersebut, murid-murid lagi mengikuti ujian semester, herannya Kepsek tidak berada ditempat, tanpa diketahui alasannya.
Seperti Kepsek SD Negeri 105341, Hajri, SAg, tidak berada ditempat. Sementara, di sekolahnya lagi berlangsung ujian. Menurut salah seorang gurunya, Kepsek belum datang.
“Kepsek belum datang, kami pun tidak tahu keberadaan Kepsek sekarang. Soalnya Kepsek tidak memberitahukan kepada kami tentang ketidak hadirannya. Tapi kami minta tolong kalau ada urusan pribadinya jangan libatkan guru,”pinta salah seorang guru yang namanya tidak mau dituliskan kepada awak media.
Informasi yang diterima, Kepsek SD Negeri 105341 ini, jarang berada ditempat. Kalau ada yang penting-penting saja, Kepsek datang ke sekolah.
“Kami pun tidak tau kenapa, sementara kami tetap menjalankan Tupoksi kami sebagai guru. Kami sebenarnya sudah tidak suka juga, tetapi ini kan urusan pimpinan diatas, kami tidak bisa berbuat apa-apa,”tambah guru tersebut.
Hal yang sama juga terjadi di SD Negeri 105340 Denai Sarang Burung, Kecamatan Pantai Labu, dimana Kepseknya, Azriani Dewi, SPd, tidak berada ditempat saat murid-muridnya lagi mengikuti ujian semester.
Menurut desas desus, Kepseknya tersebut juga banyak bermasalah, sehingga tugas banyak diabaikannya alias jarang ditempat.
Terpisah, Direktur Eksekutif Lumbung Amanat Rakyat Sumatera Utara (LARaS), Firdaus Tanjung minta kepada Kadis Pendidikan Kabupaten Deli Serdang untuk memperhatikan permasalahan di ke dua sekolah tersebut.
Pasalnya, ini sudah sangat merugikan dunia pendidikan. Artinya maju mundurnya pendidikan yang di kelolanya tidak berjalan semestinya. Jangan dianggap sekolah yang dipimpinnya itu seperti perusahaan milik pribadinya.
“Kapan suka dia datang, kapan tidak suka dia tidak datang. Kita minta kepada pihak yang berkompeten untuk segera memanggil ke dua Kepsek tersebut untuk diminta klarifikasinya. Kalau tidak mampu lagi menjalankan Tupoksinya sebagai Kepsek, dipersilahkan undurkan diri,”tegas Firdaus.
Masih kata Firdaus, diharapkan kepada pihak yang berkompeten untuk berlaku tegas, juga harus berani memberi sanksi terhadap ke dua Kepsek tersebut. (red)