| Serah terima Jabatan Kalapas Klas II B Panyabungan, Hamdi Hasibuan digantikan oleh Mustafa Kamaludin Simamora yang sebelumnya menjabat Kalapas Klas III di Kotanopan. (Sumber foto : M. Syawaluddin ) |
Metro7news.com, Madina - Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara (Sumut), melakukan serah terima jabatan (Sertijab), empat pejabat struktural di lingkungannya.
Kalapas Kelas IIB Panyabungan, Hamdi Hasibuan dipromosikan menduduki jabatan baru sebagai Kalapas Anak Kelas IA Palembang, Sumatera Selatan.
Dan Kalapas Kelas III Kotanopan, Mustafa Kamaluddin Simamora menggantikan Hamdi Hasibuan menjadi Kalapas Kelas IIB Panyabungan.
Dalam acara Sertijab tersebut selain Sertijab Kalapas Panyabungan juga dilakukan Sertijab lainnya seperti, Kalapas Kelas III Kotanopan dari Musthafa Kamaluddin Simamora kepada Kalapas baru Dekki Susanto. Karutan Natal, Halason Sinaga kepada Afip Herdian dan Karutan Sibuhuan kepada Elizama Gori.
Acara Sertijab tersebut dilaksanakan di halaman dalam Lapas Kelas IIB Panyabungan, Senin (13/12/21). Acara itu dihadiri oleh Asisten III Pemkab Madina, Sahnan Batubara, Ketua DPRD Madina, Erwin Lubis, SH, Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi, SIK, Kajari Madina, Taufik Djalal, SH, Kepala PN Madina, Muhammad Irsyad, SH., MH dan Kabid Pembinaan, Bimbingan dan TI Kanwil Kemenkumham Sumut, Muhammad Tavip, SH.,MH.
Hamdi Hasibuan yang akan menempati jabatan baru sebagai Kalapas Anak kelas IA Kota Palembang dalam pidatonya menuturkan kata terima kasih kepada seluruh staf yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras bersamanya untuk mewujudkan segala bentuk program pemerintah, khususnya dari Kemenkumham.
"Disini saya mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dan kerja keras yang selama ini telah di torehkan seluruh staf dalam mewujudkan Lapas yang notabene kini telah menjadi satu-satunya Lapas yang ada di Tabagsel dan Sibolga masuk dalam kriteria terbaik menuju WBK dan WBBM,"ujarnya.
Lalu Hamdi juga mengucapkan maaf kepada seluruh staf Lapas Panyabungan, mana tahu selama ia memimpin ada ucapan atau sikapnya yang salah serta menyinggung hati, semoga dapat di maafkan.
Dalam pidatonya beliau juga berpesan agar staf Lapas Panyabungab juga harus tetap bekerja keras bersama Kalapas yang baru demi mempertahankan, apa yang telah di perjuangkan selama ini.
Kalapas Kelas IIB Panyabungan yang baru, Mustafa Kamaluddin Simamora dalam pidatonya meminta kepada staf agar mendukungnya untuk bekerja dengan baik demi tetap bisa mempertahankan apa yang telah diperoleh Lapas Kelas IIB Panyabungan saat sekarang.
"Untuk dapat mewujudkan atau mempertahankan predikat yang telah didapat saat ini, saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya perlu dukungan dari semua pihak agar bisa bekerja dengan baik demi melanjutan apa yang telah dilakukan oleh Kalapas yang lama," pungkasnya.
| Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis berfoto bersama Kalapas yang baru. |
Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh Hamdi Hasibuan saat menjabat Kalapas Kelas IIB Panyabungan selama 11 bulan enam hari.
"Kinerja Hamdi Hasibuan sangat pantas kita apresiasi karena selama 11 bulan 6 hari beliau menjabat, telah banyak yang ia dilakukan. Dan ini sejarah baru di Lapas Panyabungan seorang Kalapas belum genap setahun sudah mendapat promosi jabatan,"sebutnya.
Dan sambungnya, mudah-mudahan saja penggantinya nanti bisa seperti beliau yang selalu melakukan koordinasi yang baik dan bagus demi kebaikan Lapas, khususnya warga binaan.
Karena ujarnya, ketika saya masuk tadi, tampak adanya keakraban petugas dengan warga binaan, jadi di sini konotasi bahwa Lapas itu kejam bisa tergeserkan. Dan mudah-mudahan warga binaan Panyabungan bisa berubah lebih baik dan bertanggungjawab.
Sementara itu Kabid Pembinaan, Bimbingan dan TI Kanwil Kemenkumham Sumut, Muhammad Tavip, SH.,MH dalam sambutannya usai melakukan Sertijab mengucapkan selamat kepada pejabat yang menerima jabatan baru.
"Kakanwil berpesan perintah harian Jendral Pemasyarakatan itu harus dilaksanakan, seperti deteksi dini, pemberantasan narkoba dan meningkatkan sinergitas kapada Aparat Penegak Hukum (APH) maupun instansi pemerintah," tandasnya.
Masih Tavip, seperti kata Ketua DPRD Madina, bahwa tembok yang tinggi, senjata yang lengkap, petugas yang terampil, bukan menjamin suatu keamanan di Lapas. Tapi memanusiakan manusia di dalam, inilah keamanan yang paling kuat, dan untuk selalu mendukung siapapun pemimpinnya. Seperti pada Lapas Panyabungan sebelumnya yang punya komitmen.
"Memanusiakan manusia adalah keamanan yang paling kuat, bukan tembok tinggi dan petugas bersenjata lengkap yang menjadi jaminan, tetap mendukung siapapun yang jadi pemimpinnya,"pungkas Tavip. (MS)