Metro7news.com | Nias Barat - Bagaikan pucuk dicinta ulam tiba, agaknya pribahasa ini menggambarkan kerinduan masyarakat Nias Barat akan adanya sekolah menengah atas (SMA) unggulan di daerah itu guna melahirkan generasi-generasi cerdas dan berprestasi.
Kerinduan tersebut mulai terjawab dengan adanya respon positif dari Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.
Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu patut diapreasiasi komitmennya terhadap dunia pendidikan di Nias Barat. Sehingga pada saat Pra Musrenbang Provsu yang digelar di Nias Selatan, Khenoki mengusulkan kepada Gubernur Sumut agar kiranya di Wilayah Kabupaten Nias Barat dibangun satu SMA unggulan.
Melihat respon positif Gubernur, tanpa membuang waktu, Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu bersama Kepala UPTD Teluk Dalam Dinas Pendidikan Provsu, Drs. Gatimbowo Lase, meninjau lokasi pembangunan SMA Negeri 2 Plus Lahomi yang dihibahkan masyarakat di Desa Sitolubanua, Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Kamis (07/04/2022).
Tampak hadir dalam peninjauan tersebut Sekda, Dr. Fakhili Gulo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Barat, Hadrianus Hia, Sekdis Pendidikan, Manahati Waruwu, Camat Lahomi, Kristo Alfabet Daeli dan Kepala Desa Sitolubanua, O’ozui Zisokhi Daeli.
Kepada awak media, Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu mengatakan, pembangunan sekolah unggulan di Wilayah Nias Barat merupakan salah satu bagian dari visi misi kami.
“Sekolah unggulan ini pernah kami janjikan sebelumnya, makanya pada Pra Muserenbang Provinsi, saya usulkan kepada Gubsu untuk dibangun satu SMA unggulan di Nias Barat,” tegasnya.
Lebih jauh Khenoki menjelaskan, kehadiran sekolah unggulan itu dapat menciptakan sumber daya manusia yang handal dan berprestasi di Nias Barat.
Sumber yang tidak ingin disebut identitasnya, kepada awak media ini mengatakan keraguannya akan tercipta SDM berkualitas, bila tidak didukung oleh tenaga pengajar yang sudah berpengalaman diluar.
"Saya ragu apa bisa melahirkan SDM handal dan berprestasi, bila tenaga pengajarnya itu lagi-itu lagi," ujarnya.
Ditambahkannya, Pemkab Nias Barat harus berani merekrut tenaga pengajar handal dan pengalaman, bila ingin melahirkan generasi berprestasi di Nias Barat.
Informasi dilapangan, menyebutkan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan sekolah unggulan tersebut adalah milik Kepala Desa Sitolubanua, Kecamatan Lahomi, yang dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Nias Barat seluas 200x100 meter.
(edy)
