![]() |
| Sumber air yang di pergunakan Warga Desa Aek Marian dan Desa Bangun Purba Kecamatan Lembah Sorik Marapi. (foto : Syawal) |
Metro7news.com | Madina - Warga Desa Aek Marian dan Desa Bangun Purba Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal mengeluh air yang mengalir ke lahan Persawahan dan Pertanian warga.
Sementara air tersebut juga digunakan untuk keperluan mengairi tempat wudhu di masjid menjadi keruh berwana keabu-abuan dan beraroma busuk.
Kejadian ini terjadi pasca terjadinya semburan lumpur di Well PAD T (Tango) pada pengeboran sumur T-12 milik Perusahan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal pada Minggu (24/04/2022).
Seperti yang di sampaikan, I.M Rangkuti Warga Desa Aek Marian, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Minggu (24/04/2022) sore, sumber air yang mengaliri lahan persawahan dan kolam masyarakat serta untuk memenuhi kebutuhan air di masjid di Desa Aek Marian saat ini turut tercemar. Kuat dugaan imbas dari semburan lumpur di pengeboran sumur panas bumi PLTP PT SMGP di Desa Sibanggor Julu.
Ditambahkannya, dibeberapa kolam warga yang menggunakan aliran air tersebut ikan banyak bermatian. Untuk itu I.M Rangkuti berharap Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal memperhatikan nasib warga masyarakat yang berada di Kecamatan Lembah Sorik Marapi yang turut menderita akibat dampak dari luapan semburan lumpur di PT SMGP.
"Air yang mengaliri persawahan dan kolam serta yang digunakan ke masjid menjadi tercemar berwana keabu-abuan dan beraroma busuk. Ada juga ikan yang mati di kolam masyarakat di Desa Bangun Purba," ungkapnya.
(Syawal)
