-->

Notification

×

Iklan

Warga Desa Sei Paham Siap Menangkan Japilian Dalam Pilkades

Sabtu, 13 Agustus 2022 | Agustus 13, 2022 WIB Last Updated 2022-08-13T04:24:39Z

 

Muhibban Sitorus, Tokoh Masyarakat Desa Sei Paham, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan. (foto : Dst7) 

Metro7news.com | Asahan - Cerita usung mengusung calon kepala desa (Cakades) terus saja bergulir dan menjadi isu hangat menjelang Pilkades serentak di Kabupaten Asahan Tahun 2022 ini.


Sama halnya dengan warga di Desa Sei Paham Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan yang sebentar lagi akan mengikuti gelaran Pilkades pada 7 September mendatang. 


Seperti pada Kamis (11/08/22) kemarin, saat melakukan peninjauan jalan alternatif yang akan digunakan sebagai pengalihan arus lalu lintas terkait pembangunan Jembatan Sei Paham.


Kondisi Jembatan Sei Paham yang terbilang darurat 

Tanpa sengaja awak media ini bertemu dengan Muhibban Sitorus (68) salah seorang tokoh masyarakat Desa Sei Paham yang mengatakan bahwa dirinya bersama segenap warga Desa Sei Paham siap untuk memenangkan Japilian Dalimunthe Cakades dengan nomor urut 2 pada Pilkades tahun ini. 


Menurut Muhibban Sitorus, Japilian yang  merupakan putra asli Sei Paham adalah sosok pemimpin desa yang selama ini telah bekerja maksimal dalam membangun desanya. Sehingga baginya dukungan untuk memenangkan Japilian dalam Pilkades kali ini, merupakan hal yang wajar untuk dilakukan. 


"Selama masa dia menjabat sebagai kepala desa (Kades) telah banyak hal yang ia lakukan. Mulai dari pembangunan menara masjid, penyaluran bantuan peralatan teknik perbengkelan seperti compressor, penyaluran bantuan bedah rumah warga dan lain sebagainya. Meskipun beberapa diantaranya merupakan program pemerintah daerah maupun pusat. Namun bagi kami Japilian telah mampu menjemput bola untuk melakukan perubahan perbaikan ekonomi dan kemajuan desa ini," ungkap Muhibban. 


Masih menurut Muhibban, Japilian juga merupakan sosok pengayom yang senantiasa ada bersama warga, tak hanya sekedar berbaur disaat musim pemilihan kepala desa seperti saat ini. 


"Sekarang ini kan semua calon masing-masing mengaku dekat dengan warga, mengaku paling berbaur dan mengaku akan berjuang bagi kemajuan desanya ketika terpilih. Sementara Japilian dimata kami adalah pengayom yang senantiasa bekerja untuk warga, buktinya masalah jembatan ini, bukan baru sekarang dia melakukan upaya, namun sudah sejak lama hal itu dia usahakan," ujarnya. 


Yang terpenting bagi kami adalah orang yang mampu dan sudah menorehkan jasanya pada pembangunan Sei Paham ini, bukan sekedar basa basi, apalagi keikutsertaannya dalam kontestasi ini karena adanya sesuatu hal lain. 


"Sekarang ini kan ada banyak calon yang ikut serta pilkades, namun hanya sekedar boneka pesanan. Ini kan kurang baik bagi perkembangan politik di skala desa, meskipun hal tersebut dibolehkan menurut peraturan perundang-undangan," tambah Muhibban. 


Saat ditanya terkait pembangunan Jembatan Sei Paham yang telah memakan banyak korban berjatuhan ke dalam sungai, Muhibban Sitorus mengatakan bahwa dirinya sangat berharap pembangunan jembatan tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat. 


"Harapan masyarakat, pastilah berharap agar pembangunan Jembatan Sei Paham ini dapat segera dilakukan. Apalagi selama ini sudah banyak korban yang jatuh disitu. Selain jembatan, kami juga berharap jika nantinya Japilian kembali diberikan amanah untuk memimpin desa, kiranya dapat melaksanakan renovasi Masjid yang memang sudah layak untuk dilakukan perbaikan," ucapnya. 


Satu lagi, kita berharap kepada seluruh warga untuk dapat membuka mata hati mereka dalam menentukan pilihan pada 7 September nanti. Mari kita menangkan Japilian dalam Pilkades kali ini, agar pembangunan desa yang lebih maju dapat berlanjut ditangan orang yang sudah berpengalaman. 


"Rata-rata masyarakat Sei Paham selama ini telah merasakan kinerja dan pelayanan yang diberikan oleh Japilian, jangan dusta lah, yang berseberangan pun tetap dia perhatikan, begitulah hendaknya jiwa seorang pemimpin. Ingat tanggal 7 nanti, kita menangkan Japilian Dalimunthe untuk 6 tahun ke depan," tutupnya. 


(Dst7)

×
Berita Terbaru Update