-->

Notification

×

Iklan


PT SMGP Berikan Penjelasan Terkait Insiden Yang Dialami Warga Sibanggor Julu

Sabtu, 17 September 2022 | September 17, 2022 WIB Last Updated 2022-09-17T03:50:09Z

 

Warga Desa Sibanggor Julu yang sedang mendapat penanganan intensif di RSUD Panyabungan, Jum'at (16/09/22). (foto : syawal)

Metro7news.com | Madina - Sebanyak Delapan (8) Orang warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Jum'at malam (16/09/22) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan dan Rumah Sakit (RS) Permata Madina, setelah mengalami sesak nafas dan mual serta muntah hingga menurun kesadarannya.


Kejadian itu diduga dipicu oleh paparan gas H2S yang berasal dari Proyek Pengembangan PLTP milik PT SMGP di Wellpad T (Tango) Desa Sibanggor julu.


Berikut ini penjelasan dari Pihak PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) yang disampaikan oleh Yani Siskartika selaku Corporate Communications, Jum'at (16/09/22) melalui Pesan Whats Apps kepada Awak media ini. 


Yani Siskartika menyampaikan, bahwa PT SMGP lakukan kegiatan logging test sumur T-11, kegiatan logging sumur T-11 dilakukan untuk mengukur tekanan dan temperatur di sumur. 


Kondisi sumur tertutup, dan tidak ada aliran fluid sama sekali yang keluar dari sumur sepanjang logging dilakukan.


Kegiatan operasional tersebut sejauh ini berjalan normal, namun dihentikan setelah ada laporan warga yang mengeluh mencium bau.


Sementara itu, kondisi aman dan tidak ada satu pun pekerja di lokasi Pad T yang mengalami keluhan kesehatan saat pekerjaan logging.


PT SMGP juga memastikan, bahwa kondisi pengukuran dari alat pendeteksi gas (fixed gas detector) menunjukkan tidak ada H2S atau nol, serta tidak ada satu pun alarm H2S yang aktif.


Empat warga yang mendatangi RS Permata Madina dan empat warga lainnya di RSUD Panyabungan sedang dilakukan observasi atas keluhan yang disampaikan.


Saat ini dapat dipastikan kondisi aman dan PT SMGP terus lakukan monitoring.


(Syawal)

×
Berita Terbaru Update