-->

Notification

×

Iklan


Terkait Keracunan H2S, Komisi VII DPRI RI Pertanyakan Hasil Pemeriksaan Dokter

Sabtu, 17 September 2022 | September 17, 2022 WIB Last Updated 2022-09-17T08:05:18Z
Anggota Komisi VII DPR RI Hendrik Sitompul, Sabtu (17/09/22). (ist)

Metro7news.com | MadinaAnggota Komisi VII DPR RI dari Sumatera Utara, Hendrik Sitompul mengaku heran dengan peristiwa keracunan H2S yang menimpa masyarakat Desa Sibanggor Julu, Kabupaten Mandailing Natal. 


Peristiwa yang terjadi Jumat (16/09/22) malam kemarin bukanlah peristiwa yang pertama kali terjadi, namun sudah berulang kali terjadi. 


Menanggapi peristiwa itu, Hendrik mempertanyakan hasil pemeriksaan kesehatan warga yang dibawa ke Rumaj Sakait Umum Daerah (RSUD) Panyabungan dan Rumah Sakit (RS) Permata Hati Madina kemarin malam,  


Hal ini sangat dibutuhkan karena menurut Hendrik, masyarakat harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. 


"Dokter yang melakukan pemeriksaan seharusnya bisa membuka secara transparan, apa hasil dari pemeriksaan itu. Benar warga terpapar H2S atau karena psikologis warga. Dokter dan pihak rumah sakit harus terang membuka hasil itu ke masyarakat," ungkap Hendrik ketika dihubungi melalui seluler, Sabtu (17/09/22). 


Hendrik juga menilai, pernyataan PT. Sorik Mas Geotermal Power (SMGP) terkait peristiwa yang terjadi malam tadi jelas TSMGP melakukan logging test dan pekerja mereka juga tidak ada yang mengalami keracunan H2S. 


Sehingga menurut Hendrik, dikhawatirkan ada orang-orang yang berusaha mengambil keuntungan pribadi atas peristiwa ini. 


"Keterangan resmi dari perusahaan sudah keluar. Sekarang kita tunggu apa hasil dari pemeriksaan dokter. Benar terpapar atau apa. Ini akan menjadi jelas, jika ada orang-orang yang mau ambil keuntungan pribadi," tegas Hendrik.


Dilain pihak, Direktur RSUD Panyabungan, dr. Rusli Pulungan yang dikonfirmasi terkait hasil pemeriksaan dokter menyatakan, bahwa di RSUD Panyabungan belum memiliki alat untuk pemeriksaan darah.


"Rumah sakit kita belum memiliki alat pemeriksaan darah. Infonya pagi tadi dari SMGP sudah mengambil sampel darah warga yang diduga terpapar H2S untuk diperiksa di laboratorium di Medan, kita akan tunggu hasilnya," pungkas Rusli.


(Syawal)

×
Berita Terbaru Update