-->

Notification

×

Iklan


Terkait Pemberitaan Asusila, Media Yang Beritakan Tidak Ada Konfirmasi

Kamis, 19 Januari 2023 | Januari 19, 2023 WIB Last Updated 2023-01-19T08:12:18Z

 

foto ilustrasi

Metro7news.com | Brebes - Terkait pemberitaan di salah satu media yang meduding salah seorang warga Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes berinisial UZ, cerita menjadi panjang.


Menurut UZ, pemberitaan tersebut tidak benar, dan tidak ada konfirmasi kepada dirinya. Dia sangat menyayangkan media tersebut yang sudah melakukan pemberitaan bohong.


Video pengakuan pihak paman korban menjelaskan bahwa beliau dan keluarga sudah sepakat tidak mau melaporkan ke pihak Kepolisan.

"Saya keberatan atas pemberitaan yang tidak berimbang itu, karena tidak ada konfirmasi. Saya akan lakukan proses hukum kepada media yang telah melakukan pemberitaan bohong itu," kesal UZ kepada awak media, Kamis (19/01/23)


Kemudian UZ, ES, AS, dan AA menceritakan tentang keluhannya terkait pemberitaan yang beredar dan sudah menjadi kosumsi publik itu. 


Mereka menceritakan kronologis proses mediasi sebelumnya, yang dilakukan oleh oknum RT dan calon Anggota Dewan. Namun mediasi itu gagal dan tidak membuahkan hasil menurut mereka. 


Kemudian, guna ingin mengetahui benar atau tidaknya informasi tersebut, tim  media coba mengkonfirmasi hal tersebut kepada ZM yang di sebut-sebut sebagai oknum yang melakukan mediasi pertama melalui via whatsapp. 


"Saya tidak pernah melakukan mediasi,  namun saya menghadirnya pada malam itu, karena mau mendengar dan menyaksikan informasi kasus tersebut. Rupanya korban dan pelaku mau menikah," ungkap ZM.


Selanjutnya, tim media mengkonfirmasi kepada TR selaku RT setempat melalui via whatsapp, sayangnya tidak ada jawaban.


Sampai berita ini di terbitkan, RT tidak mau menjawab konfirmasi dari tim media.


Kemudian UZ dan kawan-kawan menceritakan bahwa kesepakatan mereka adalah meminta agar pihak keluarga segera melaporkan kasus asusila tersebut kepada pihak Kepolisian. Namun, pihak keluarga menolak dan diduga bersengkokol tidak mau untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak Kepolisian. 


Dengan pertimbangan dan alasan tempat domisili rumah korban dan pelaku ada saling berdekatan, dan salah satu dari pelaku masih ada hubungan keluarga, meskipun sudah agak jauh.


"Kami ingin hidup nyaman," kata keluarga korban singkat.


Sementara, ES menjelaskan pada tim media, tentang kronologis yang terjadi, dan ES, juga membuktikannya dengan rekaman vidio, saat keluarga korban meminta kasus asusila ini tidak sampai ke ranah polisi.


AS dan kawan-kawan menjelaskan kepada tim media, bahwa uang yang di dapat dari hasil mediasi tersebut, sebagai uang  taliasih korban. 


"Mengingat korban butuh biaya jika terjadi sakit atau hamil dan lain-lain," ujar AS.


Harapan UZ dan kawan-kawan terhadap kasus ini, semoga cepat selesai. Mengingat korban dan pelaku sudah berdamai. UZ dan kawan-kawan juga yakin dan percaya kepada pihak Kepolisian mampu menangani kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku dan menjunjung tinggi azaz keadilan. 


"Jadi kami serahkan saja pada pihak Kepolisian kasus ini," pungkas UZ. 


(Tim)

×
Berita Terbaru Update