![]() |
| Penyerahan bantuan dari PT Sorikmas Mining ke Pemkab Madina. Sabtu (24/01/2026). |
Metro7news.com|Madina - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengucapkan terimakasih atas banyaknya bantuan yang diberikan oleh PT Sorikmas Mining ketika bencana Hidrometeorologi melanda Madina beberapa waktu lalu.
Hal ini diungkapkan oleh Bupati Madina, H. Saipullah Nasution kepada Manager External Relation, Ade Hendi usai menyerahkan bantuan tahap III di Rumah Dinas Bupati Madina, Sabtu (24/01/2026).
"Terimakasih atas bantuan dari PT Sorikmas Mining. Bahkan sejak terjadinya bencana di November kemarin. Atas nama Pemkab Madina saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya, baik kepada manajemen di pusat sampai tim di Madina," tutur bupati usai menerima bantuan.
Saipullah menjelaskan, sejak terjadinya bencana Hidrometeorologi di Madina, peran Sorikmas Mining cukup besar dalam membantu masyarakat Madina. Mulai dari mengevakuasi masyarakat dari Desa Muara Batang Angkola, hingga ikut berpartisipasi membersihkan dan melakukan normalisasi beberapa sungai yang berpotensi mengakibatkan banjir.
"Sejak awal terjadinya bencana, Sorimas Mining sudah hadir. Hari ini merupakan penyerahan bantuan secara simbolis kepada Pemkab Madina, yang terdiri dari mobiler untuk beberapa sekolah yang terdampak hingga paket Sembako," ucap Saipullah.
Sementara itu, Manager External Relation, Ade Hendy mengatakan, bantuan ini merupakan peran aktif dari perusahaan dalam bersinergi dengan Pemkab Madina untuk membangun dan membantu masyarakat baik di wilayah karya produksi ataupun disekitar wilayah karya produksi.
"Bantuan ini merupakan bentuk pedulinya dan partisipasi perusahaan. Sehingga masyarakat merasa bahwa perusahaan hadir ditengah-tengah mereka bukan untuk merusak, namun untuk bersama-sama menjadi lebih baik," tegasnya didampingi oleh Direktur External Relation, Ghanis Kurnady.
Selain paket Sembako dan mobiler sekolah, PT Sorikmas Mining juga ikut melakukan normalisasi dua sungai yaitu, Sungai Aek Sibontar sepanjang 3,5 km dan Aek Badan sepanjang 2,5 km. Serta rehabilitasi tanggul di beberapa desa yang berpotensi banjir.
(MSU)
