![]() |
| Kondisi Simpang Tiga pusat Kota Panyabungan, Senin (02/03/2026). |
Metro7news.com|Madina - Kota Panyabungan sebagai Ibu Kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pantas diberi gelar kota terkumuh se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), kerena sekarang ini wajah Kota Panyabungan sangat semrawut tanpa tertata dengan rapi. Senin (02/03/2026).
Kesemrawutan ini diakibatkan pedagang kaki lima yang tidak teratur dan hal ini diperparah lagi ketidak mampuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjalankan peraturan daerah (Perda) tentang ketentraman dan ketertiban umum.
Terkait tidak adanya tindakan dari Satpol PP dan Damkar Madina, dalam melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima yang menyebabkan kesemrawutan di Kota Panyabungan.
Saat dikonfirmasi hal ini kepada Kasat Pol PP, Madina Yuri Andri, S.STP, sayangnya tidak dapat dihubungi.
Salah seorang perantau asal Madina, HA Nasution menyampaikan rasa mirisnya melihat kondisi Kota Panyabungan yang semakin tidak tertata dan semrawut, karena tidak adanya penertiban yang bertujuan menata Kota Panyabungan.
"Sedih melihat kondisi Kota Panyabungan yang semakin semrawut dan tidak tertata, sebaiknya bupati mencopot Kasat Pol PP yang tidak mampu menjalankan tugas untuk menjaga ketentraman dan ketertiban umum," ungkapnya.
(MSU)
