![]() |
| Sekolah Maitreyawira Kisaran. Annisa Matondang (kiri bawah). |
Metro7news.com|Asahan - Sekolah dengan pengalaman pendidikan terbaik dan lingkungan belajar yang dinamis, dewasa ini menjadi pilihan bagi setiap orang tua siswa. Sama halnya dengan Sekolah Maitreya Kisaran di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara yang berkomitmen mewujudkan keunggulan pendidikan dalam proses pembelajaran.
Tingginya animo masyarakat untuk memasukkan anaknya bersekolah di Maitreya Kisaran, terbukti dengan habisnya kuota bagi siswa untuk tahun ajaran 2026-2027. Meski Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) secara resmi belum dibuka.
Kuota penerimaan siswa baru yang disediakan oleh Sekolah Maitreya Kisaran, sebanyak 3 (tiga) Ruang Kelas Belajar (RKB) dengan jumlah peserta didik 32 (tiga puluh dua) orang per ruang, telah penuh untuk saat ini.
Ketua Pengurus Sekolah Maitreya Kisaran, Ani Djingga, S.Pd, kepada media menerangkan, kuota untuk penerimaan TK dan SMP Kelas VII-IX sudah terpenuhi, sehingga pendaftaran sudah ditutup sejak bulan Februari lalu.
Sementara untuk tingkat SD hanya tersisa 15 (lima belas) kursi dan tingkat SMA kelas X-XII hanya tersisa 18 (delapan belas) kursi.
"Data diatas telah menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk memasukkan anaknya ke sekolah berkualitas. Ini semua diluar ekspektasi kami selaku tenaga pendidik, pengurus maupun komite sekolah," katanya, Kamis (23/04/2026).
Salah satu hal yang paling menonjol dari Sekolah Maitreya Kisaran adalah pencapaian prestasi belajar siswa, baik prestasi akademik maupun non-akademik.
Kolaborasi yang dibangun bersama dunia usaha, sejumlah instansi pemerintahan dan korporasi swasta serta ragam kegiatan studi lapangan yang dilakukan oleh guru dan murid yang diupload ke media sosial resmi milik Sekolah Maitreya menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua siswa.
Lebih jauh, Ani Djingga, S.Pd, sangat mengapresiasi kinerja dewan guru, staf dan pegawai sekolah yang telah bekerja dengan totalitas untuk memberikan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa. Demikian pula dengan upaya nyata dari yayasan dalam menyediakan fasilitas dan sarana pendidikan terbaik sehingga proses belajar mengajar lebih menyenangkan.
Sempoa Jadi Favorit dan Pilihan Siswa
Selain kursus Bahasa Inggris, Matematika dan lainnya, Sekolah Maitreyawira Kisaran juga menyediakan kursus pelajaran sempoa yang kian berkembang. Hal ini terbukti dengan dibangunnya ruangan khusus untuk pelajaran tersebut.
Pelatihan khusus sempoa yang disediakan oleh Sekolah Maitreya Kisaran tersebut menawarkan program belajar teknik berhitung cepat sekaligus melatih fokus dan konsentrasi secara menyenangkan.
Jika dibandingkan dengan alat hitung modern seperti kalkulator atau komputer, sempoa memiliki keunggulan tersendiri. Kalkulator memang cepat, tapi hanya memberikan jawaban.
Sementara itu, sempoa melatih proses berpikir, daya ingat, dan visualisasi mental anak, sehingga lebih bermanfaat untuk pengembangan otak jangka panjang.
Pelajaran sempoa (abakus) sendiri adalah metode pelatihan aritmatika mental yang melatih anak-anak usia 3-12 tahun berhitung cepat menggunakan alat manik-manik, serta menyeimbangkan otak kanan dan kiri.
Annisa Matondang , salah seorang pengajar kursus sempoa mengatakan, pembelajaran ini terfokus pada dasar penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, hingga berujung pada kemampuan menghitung cepat hanya dengan membayangkan sempoa (sempoa bayangan).
Metode latihan menggunakan soal visual, hitung cepat (flash), dan dikte (listening) dan dibagi dalam tingkatan (level) yakni, level Junior, Foundation, Intermediate, Advance, hingga Graduate.
"Siswa yang mengikuti kursus sempoa ini bukan hanya dari Sekolah Maitreyawira saja tapi juga dari sekolah lain dan juga berasal dari luar Kota Kisaran. Hal ini menunjukan partisipasi dan keinginan para orangtua agar anak mereka pintar dalam pelajaran penghitungan cepat dan mudah," jelas Annisa Matondang.
(f/d)
