![]() |
| Plastik klip diduga sisa kemasan sabu yang ditemukan polisi di lokasi sarang narkoba di Dusun I Desa Silau Lama, Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan. |
Metro7news.com|Asahan - Sejak zaman penjajahan disini adalah kampung para ulama, kearifan tersebut jangan sampai dinodai oleh narkoba. Polres Asahan, khususnya Polsek Air Joman jangan seolah melakukan pembiaran terhadap sarang, pelaku peredaran gelap serta pengguna narkoba yang belakangan ini marak di Silau Laut.
Demikian yang disampaikan oleh Hardiansyah Manik, Kordinator DPP Komunitas Mahasiswa Asahan Indonesia (KOMASI), menanggapi keresahan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba yang sangat marak di Dusun I, Desa Silo Lama, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan.
Lebih lanjut Hardiansyah mengatakan, lokasi diduga menjadi tempat peredaran gelap dan penggunaan narkoba yang diduga telah beroperasi selama bertahun itu, hingga saat ini belum juga tersentuh oleh polisi maupun Forkopimcam Air Joman.
Sejumlah masyarakat pun merasa sangat kecewa dengan lemahnya tindakan yang dilakukan oleh polisi, khususnya Polsek Air Joman. Generasi muda di wilayah tersebut saat ini mulai mengalami kerusakan moral akibat kecanduan, disertai meningkatnya angka kriminalitas seperti pencurian.
“Ini bukan lagi persoalan biasa, ini sudah darurat sosial. Generasi muda kita rusak, kriminalitas meningkat, tapi tidak ada tindakan nyata,” tegas Hardiansyah Manik yang merupakan perwakilan DPP Komasi kepada media, Jumat (24/04/2026).
DPP Komasi juga menyoroti dugaan adanya pembiaran sistematis, bahkan mengarah pada dugaan praktik kongkalikong antara bandar narkoba dengan oknum aparat maupun pemerintah setempat. Dugaan ini semakin menguat setelah peninjauan oleh Polsek Air Joman pada 14 April 2026 lalu.
Berdasarkan dokumentasi dan keterangan warga, di lokasi tersebut ditemukan sejumlah bungkus plastik klip bekas yang diduga digunakan untuk narkotika jenis sabu. Namun, dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui akun Humas Polsek Air Joman, disebutkan bahwa tidak ditemukan barang bukti narkoba dan hanya terdapat “kotoran ayam”.
Perbedaan antara fakta lapangan dan pernyataan resmi tersebut menimbulkan tanda tanya besar serta memperkuat dugaan adanya upaya penutupan fakta.
"Hari ini masyarakat sudah semakin muak. Bahkan masyarakat di beberapa daerah sudah mulai melakukan penggerebekan secara beramai-ramai. Hal itu terjadi akibat beberapa faktor, salah satunya adalah karena polisi diduga belum juga mengambil langkah tegas," katanya.
Terkait hal itu, wartawan pun kemudian melakukan konfirmasi kepada Kasi Humas Polres Asahan, AKP Herli Damanik, SH, melalui WhatsAppnya, Sabtu (25/04/2026). Namun hingga berita ini ditayangkan, Kasi Humas enggan memberi jawaban.
(dt)
