Metro7news.com|Tanjungbalai - Beberapa hari ini, banyak pengguna jalan khusunya pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan tunggal akibat lubang yang dibuat oleh Dirjen Bina Marga Wilayah Tanjungbalai-Asahan dalam proses tambal sulam perawatan ruas jalan nasional, yang terdapat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tanjungbalai.
Hal itu pun kemudian menjadi sorotan sejumlah pihak, seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tanjungbalai yang mengecam keras langkah Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Wilayah Tanjungbalai-Asahan yang diduga sengaja menciptakan jebakan bagi pengendara.
Plt Ketua KNPI Energy of Harmoni Kota Tanjungbalai, M. Azri, SH kepada media, Selasa (28/04/2026) mengatakan, pelaksanaan perawatan ruas jalan nasional yang dilakukan oleh DJBM dinilai tidak menggunakan schedule dan perencanaan yang matang.
"Jika banyak warga yang kecelakaan, apakah DJBM sebagai pelaksana perawatan ruas jalan nasional, akan bertanggungjawab. Ini kan sengaja dilubangi lalu sengaja dibiarkan berhari-hari. Mereka niat kerja atau mencelakai," cetusnya geram.
Amatan media, DJBM Wilayah Tanjungbalai-Asahan saat ini tengah melakukan perawatan ruas jalan nasional, mulai dari Simpang Kawat Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan hingga ruas jalan nasional yang ada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Kota Tanjungbalai.
Aspal yang sengaja dikikis untuk ditambal, mengakibatkan lubang sedalam lebih kurang 10 centimeter. Pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor kerap terkejut dan berusaha menghindari lubang. Akibatnya, kecelakaan pun tidak terelakkan.
"Yang dari arah sini mengelak, dari arah berlawanan juga mengelakkan lubang, akhirnya terjadi kecelakaan. Lubang ini juga sangat dalam, sehingga pengendara akan terkejut jika terperosok ke dalamnya," ungkap Saiful Amri, warga km 3 Sijambi kepada media.
Salah seorang pengawas Direktorat Jenderal Bina Marga, Benny yang ditemui oleh wartawan dilapangan mengatakan, proses penambalan lubang akan terus dilakukan. Namun penambalan akan dimulai dari kawasan Simpang Empat Asahan dan dilanjutkan ke Kota Tanjungbalai.
"Jika memang ada warga yang mengalami kecelakaan, kami sangat memohon maaf atas hal itu. Tapi kami akan segera merampungkan kerjaan ini, mungkin hari Jumat besok sudah rampung sampai ke Kota Tanjungbalai," janjinya.
Saat disinggung mengenai langkah DJBM yang melakukan perawatan ruas jalan nasional hanya dengan cara tambal sulam, Benny pun meminta agar wartawan dapat memahami bahwa saat ini negara tengah melakukan efisiensi besar-besaran akibat program MBG yang lebih prioritas.
"Efisiensi ini bang, tahun depan anggaran Kemen PUPR juga akan dipenggal lagi demi MBG. Jadi kita tahankan aja lah, biar berlobang semua ruas jalan kita ini, tanpa adanya perawatan," katanya.
(dt)
