Metro7news.com|Asahan - Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Mahasiswa Asahan Indonesia (KOMASI ASAHAN) bersama Aliansi Masyarakat Silau Laut menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan tegas jajaran Polres Asahan dalam mengungkap kasus narkoba di wilayah hukumnya.
Termasuk penangkapan narkotika seberat 43,68 gram serta keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkoba sebesar 5 kilogram pada Senin, 27 April 2026.
KOMASI ASAHAN melalui kordinatornya, Hardiansyah Manik dan Aliansi Masyarakat Silau Laut mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata bahwa aparat penegak hukum mampu bertindak serius dalam memberantas peredaran narkoba yang selama ini merusak kehidupan masyarakat dan generasi muda di Kabupaten Asahan.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Polres Asahan atas pengungkapan besar ini. Ini menjadi bukti bahwa pemberantasan narkoba harus terus dilakukan tanpa pandang bulu,” tegas Hardiansyah, Minggu (3/5/2026).
Namun demikian, di balik apresiasi tersebut, KOMASI ASAHAN bersama Aliansi Masyarakat Silau Laut juga menyampaikan keprihatinan mendalam, berdasarkan hasil investigasi lapangan dan informasi masyarakat yang mengarah pada dugaan, bahwa penangkapan tersebut belum sepenuhnya menyentuh aktor utama di balik maraknya peredaran narkoba, khususnya di Kecamatan Silau Laut.
Mereka menduga masih terdapat oknum bandar narkoba berinisial “IO” yang diduga menjadi dalang besar sekaligus pihak yang menjadikan pihak lain sebagai “kambing hitam” demi menutupi jaringan utama peredaran narkoba di wilayah yang dikenal sebagai *Serambi Makkah Asahan* tersebut.
“Jangan sampai penangkapan ini hanya menjadi formalitas, sementara aktor utama sesungguhnya masih bebas menjalankan bisnis haramnya. Jika benar ada upaya menjadikan tersangka tertentu sebagai kambing hitam, maka ini adalah bentuk kejahatan serius terhadap masyarakat,” lanjutnya.
KOMASI ASAHAN dan Aliansi Masyarakat Silau Laut menegaskan, aparat penegak hukum, khususnya Polres Asahan c/q Satres Narkoba Polres Asahan, tidak boleh tebang pilih dalam melakukan penindakan. Mereka meminta pengusutan dilakukan secara menyeluruh hingga ke akar jaringan, termasuk terhadap pihak-pihak besar yang diduga selama ini menjadi pengendali utama.
Peredaran narkoba yang terus terjadi dinilai telah memberikan dampak besar terhadap rusaknya regenerasi muda serta meningkatnya angka kriminalitas, termasuk pencurian, di Kecamatan Silau Laut dan sekitarnya.
Adapun tuntutan tegas KOMASI ASAHAN dan Aliansi Masyarakat Silau Laut adalah sebagai berikut.
1. Menghentikan seluruh aktivitas transaksi, penggunaan, penjualan, dan pengedaran narkoba di wilayah Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan.
2. Menghentikan segala bentuk perusakan terhadap generasi bangsa Indonesia melalui narkoba.
3. Mendesak dan meminta dengan tegas kepada terduga bandar narkoba berinisial “IO” untuk segera angkat kaki dari Kecamatan Silau Laut.
KOMASI ASAHAN dan Aliansi Masyarakat Silau Laut juga menegaskan komitmen penuh untuk menyatakan perang terhadap narkoba. Mereka menyebut, apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti secara serius, maka gerakan sosial yang lebih besar akan dilakukan sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap kehancuran moral dan sosial akibat narkotika.
“Kami tidak akan tinggal diam. Ini adalah perjuangan menyelamatkan generasi muda, menjaga tanah Silau Laut, dan mempertahankan marwah Asahan sebagai Serambi Makkah yang bersih dari narkoba. Kami siap perang terhadap narkoba sampai tuntas,” tutup pernyataan bersama tersebut.
(dt)
