Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas pentingnya kolaborasi dalam mendukung pembinaan warga binaan, peningkatan kesadaran hukum, penguatan nilai-nilai kemanusiaan, serta pengembangan program-program edukatif yang memberikan manfaat bagi warga binaan dan masyarakat secara luas.
FPM-SU juga melakukan peninjauan langsung terhadap aktivitas keseharian warga binaan. Dari hasil pengamatan, warga binaan tampak mengikuti berbagai kegiatan pembinaan secara tertib dan positif sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, peningkatan kedisiplinan, serta persiapan untuk kembali berperan secara produktif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Dalam kesempatan yang sama, FPM-SU turut mengonfirmasi berbagai isu dan tuduhan yang beredar terkait Rutan Kelas IIB Sidikalang. Menanggapi hal tersebut, Kepala Rutan, Bapak Loviga Sembiring, menjelaskan bahwa isu yang berkembang merupakan tuduhan yang tidak berdasar dan cenderung ditujukan untuk mencemarkan nama baik institusi. Beliau menegaskan bahwa seluruh jajaran Rutan Kelas IIB Sidikalang tetap berkomitmen menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara profesional, akuntabel, humanis, dan berintegritas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ketua Umum FPM-SU, Shawir Hasbi Harahap, mengapresiasi keterbukaan Kepala Rutan beserta jajaran dalam memberikan penjelasan secara objektif. FPM-SU menilai bahwa komunikasi yang baik dan keterbukaan informasi merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik. Oleh karena itu, FPM-SU berharap sinergi dengan Rutan Kelas IIB Sidikalang dapat terus diperkuat melalui kolaborasi yang berorientasi pada pembinaan, edukasi, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan demi terciptanya sistem pemasyarakatan yang semakin berkualitas dan berkeadilan.
(Red)

