Sorotan terhadap kinerja Bupati Aceh Singkil semakin bertubi-tubi di bulan Agustus 2026. Warga dan DPRD mendesak kepala daerah segera menepati janji serta menindaklanjuti sejumlah persoalan lahan dan perusahaan yang merugikan masyarakat.
Setidaknya ada 3 persoalan besar yang kini "bolanya" ada di tangan Bupati.
1. JANJI 18 MEI KE 8 KARYAWAN & 26,7 HA LAHAN PT NAFASINDO MANGKRAK
Bupati Aceh Singkil sebelumnya berjanji pada 18 Mei 2026 di hadapan 8 karyawan PT Nafasindo untuk menyelesaikan nasib mereka dan kepastian 26,7 Ha lahan milik warga yang digarap perusahaan.
Namun hingga 11 Agustus 2026 janji itu belum terealisasi. Karena kecewa, warga melayangkan "Surat Penagihan Janji" pada 14 Juni 2026 dengan ultimatum 15 Juli 2026. Hingga kini belum ada jawaban.
Sebelumnya http://metro7news.com memberitakan: https://www.metro7news.com/2026/07/dianggap-pemimpin-pembohong-2-bulan.html
2. PT SINGKIL AGRO MAS DIDUGA KUASAI HUTAN PRODUKSI
Di sisi lain, PT Singkil Agro Mas disorot karena diduga menguasai *kawasan hutan produksi*. BPD bersama Dinas Kehutanan telah turun melakukan pengukuran ulang terhadap perkebunan yang bermasalah tersebut karena dinilai merugikan rakyat.
Hal ini diberitakan Sinar Pagi Indonesia: https://sinarpagiindonesia.com/2026/08/10/pt-singkil-agro-mas-menguasai-kawasan-hutan-produksibpndan-dinas-kehutanan-ukur-ulang-perkebunan-bermasalah-rugikan-rakyat/
3. TEMUAN PANSUS DPRK DESAK SEGERA DITINDAKLANJUTI
Tekanan juga datang dari legislatif. DPRK Aceh Singkil melalui Pansus telah menyerahkan hasil temuannya kepada Bupati. DPRK mendesak agar temuan itu segera ditindaklanjuti dan jangan hanya menjadi "formalitas".
Seperti diberitakan Radar Singkil: https://radarsingkil.co/2026/08/11/bola-di-tangan-bupati-temuan-pansus-dprk-aceh-singkil-didesak-segera-ditindak-lanjuti-jangan-cuma-formalitas/
PUBLIK BERTANYA : KAPAN TINDAKAN NYATA?
Dengan 3 persoalan besar ini, publik kini menunggu langkah konkret Bupati Aceh Singkil. Apakah akan ada tindakan nyata atau kembali hanya sebatas janji.
"Sudah lewat ultimatum. Jangan hanya rapat-rapat. Turun lihat penderitaan rakyat kecil," ujar perwakilan warga kepada http://metro7news.com.
Pihak http://metro7news.com telah berupaya mengkonfirmasi ke Bagian Protokol Setdakab Aceh Singkil. Hingga berita diturunkan belum ada tanggapan resmi.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan dokumen, fakta lapangan dan azas cover both side. Pihak yang diberitakan berhak menggunakan hak jawab.
(Muhlis Cibro)

