ACEH SINGKIL, Metro 7 News//
Tindakan kekerasan berupa pengeroyokan terjadi di lingkungan PT Singkil Sejahtera Makmur - SSM Desa Mandumpang, Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 09.30 WIB
Peristiwa tersebut menimpa 3 orang warga, salah satunya seorang jurnalis. Ketiga korban yakni April Siregar Kabiro http://barak1news.com, Saur Manik, dan Mulyadi.
Berdasarkan keterangan korban, kedatangan mereka ke perusahaan tersebut dengan niat baik untuk melakukan silaturahmi dan koordinasi terkait kemitraan.
"*Kami datang baik-baik untuk koordinasi. Tapi tanpa sebab langsung diserang dan dipukuli secara membabi buta menggunakan tangan kosong," ujar April Siregar kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
April menjelaskan, pelaku pengeroyokan adalah 3 orang pekerja bongkar muat PT SSM yang diketahui bernama Naekman, Keringat, dan Rawin.
Fakta baru, menurut April, saat kejadian berlangsung Humas PT SSM bernama Sahala Cibro berada di Tempat Kejadian Perkara - TKP. Sahala Cibro bahkan *menyaksikan dan merekam kejadian tersebut menggunakan handphonenya.
Pengeroyokan baru berhenti setelah Satpam PT SSM melerai di depan pintu gerbang perusahaan.
"Saya sempat keluar dari lokasi untuk mengamankan diri karena diancam akan dibunuh. Saat ini kami berada di pos satpam gerbang lokasi masuk pabrik. Saya minta kepada pihak perusahaan agar rekaman CCTV jangan sampai dihilangkan," tegas Regar.
Dalam kejadian tersebut, April Siregar mengalami memar di bagian ulu hati. Sementara Saur Manik mengalami tindakan pencekekan, pukulan di leher belakang, luka gores dan bengkak di bagian leher belakang. Korban Mulyadi juga mengalami luka akibat pengeroyokan.
Usai kejadian, para korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Aceh Singkil dan telah membuat Laporan Polisi.
Korban April Siregar dan Saur Manik juga telah menjalani Visum Et Repertum di RSUD Singkil dengan didampingi anggota Polres Aceh Singkil.
"Kami minta aparat kepolisian segera memproses hukum para pelaku sesuai Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan mengamankan barang bukti rekaman CCTV. Apalagi salah satu korban adalah jurnalis yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial," tegas April.
Para korban berharap pihak manajemen PT SSM juga bersikap kooperatif dalam proses hukum dan memberikan sanksi tegas kepada para pekerjanya yang terlibat.
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan di Polres Aceh Singkil. (Tim)

