-->

Notification

×

Iklan


Bantahan Bupati Mandailing Natal, Terkait Perbaikan Jembatan Di Kampung Baru Simanondong

Rabu, 31 Maret 2021 | Maret 31, 2021 WIB Last Updated 2021-03-31T22:40:50Z
Foto Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution.



Metro7News.com, Madina - Adanya pemberitaan disalah satu media online yang menyatakan, pembiaran kerusakan jembatan rambin Kampung Baru - Simanondong cerminan buruk Pemerintahan Kabupaten Madina, hal ini dibantah oleh Bupati Kabupaten Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution, pada Senin (29/03/2021).


Kepada awak media ini, Bupati Madina menyampaikan dan memaparkan bahwa, pembangunan jembatan gantung (rambin), yang menghubungkan Desa Kampung Baru dengan Desa Simanondong, Kecamatan Panyabungan Utara telah pernah diperbaiki dengan kebijakannya sendiri.


Setelah melalui pengusulan anggaran tahun 2018 lalu, dengan dana APBN melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Wilayah II Provinsi Sumatera Utara, dengan pagu anggaran sebesar Rp 2,9 Milyar. Namun disebabkan bencana alam tahun 2018 mengakibatkan, adanya perubahan terhadap lokasi pengerjaan jembatan rambin penghubung Desa Kampung Baru - Desa Simanondong, Kecamatan Panyabungan Utara.


"Selain itu, awalnya lebar Sungai Batang Gadis di titik pengerjaan sepanjang 84 meter, akibat diterjang bencana banjir pada akhir tahun 2018, mengakibatkan perubahan lebar sungai tersebut, sehingga tidak lagi sesuai dengan kontrak pengerjaan jembatan gantung (rambin),"jelas Bupati.


Dilanjutkannya bahwa, pembangunan jembatan tersebut masih terus diupayakan, dengan melakukan permohonan ke Pemerintah Pusat, baik itu melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


"Jembatan itu diperlukan, namun untuk menghindari abrasi di tebing Sungai Batang Gadis, yang mengakibatkan kerusakan jembatan rambin itu berulang, juga perlu adanya tanggul pengendali banjir, sehingga keselamatan jembatan itu terjamin,"tambah Bupati.


Sementara itu kontraktor pemenang tender pembangunan jembatan, di menangkan oleh PT Wiela Karya Sajahtera (PT.WKS) yang telah sempat mengambil dana pendahuluan untuk pengerjaannya. Kini dana tersebut telah dikembalikan ke kas Negara, melalui Satuan Kerja (Satker), Pelaksana Jalan Wilayah II Provinsi Sumatera Utara. 


Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution juga mengulas beberapa pencapaian pembangunan yang bertujuan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah, diperolehnya izin penggunaan kawasan hutan untuk dijadikan lahan pertanian masyarakat, dimana izin perhutanan sosial ini telah diserahkan kepada kelompok tani, untuk dijadikan sebagai pusat pertanian mengembalikan kejayaan kopi Mandailing.


Pembangunan Bandar Udara Bukit Malintang, yang mana pada tahun anggaran 2020 lalu telah terlaksana pengerjaan tahap I. Pada anggaran tahun 2021 ini, proses pembangunan Bandar Udara Bukit Malintang memasuki tahap II, dimana beberapa waktu yang lalu baru menerima pemaparan dari Kepala Bandara Aek Godang, selaku pejabat yang ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan sebagai Penanggung Jawab Pembangunan Bandara Udara Bukit Malintang. 


Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal, melalui perjuangan dan kerja keras melakukan pendekatan ke Kementerian Kesehatan. 


"Akhirnya dilanjutkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mandailing Natal, diperoleh anggarannya dari APBN, dan saat ini telah memasuki tahapan proses lelang tender, anggarannya sebesar Rp 54 Milyar,"ungkap Bupati Mandailing Natal.


Ditambahkannya, pada kawasan Pantai Barat, Kabupaten Mandailing Natal, saat ini sedang berlangsung pengerjaan peningkatan Jalan Nasional Trans Pantai Barat, di ruas Jalan Natal menuju Batahan yang akan dihubungkan dengan Pelabuhan Palimbungan di Kecamatan Batahan.


Kedepannya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang tentunya akan sangat membawa perubahan terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal, dan masih banyak lagi pembangunan yang telah dicapai serta perlu terus dilanjutkan pembangunannya.


"Jadi mengaitkan gagalnya pembangunan rambin itu sebagai cermin buruknya Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, dipastikan tidak memiliki alasan yang obyektif, karena hal itu jelas terkendala diluar kehendak manusia," pungkasnya. 


Hingga saat ini rencana pembangunan jembatan gantung di Desa Kampung Baru, masih terus diupayakan pelaksanaannya sekaligus dengan pembangunan tanggul pengendali banjir yang akan menelan anggaran jauh lebih besar dari rencana sebelumnya, tutup Bupati Mandailing Natal. (Wal)

×
Berita Terbaru Update