![]() |
| Ketua Formapera Sumut, Feri Afrizal. |
Metro7News.com, Medan – Ketua Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera), Sumatera Utara, Feri Afrizal minta kepada Pemerintah dalam hal ini Mentri Kesehatan untuk mengevaluasi kerjasama dengan PT. Kimia Farma untuk melakukan pemeriksaan rapid tes terhadap para penumpang di 5 Bandara di Indonesia. Soalnya, perusahaan tersebut sudah menunjukan kerjanya yang telah merugikan banyak orang.
Ini dengan dibuktikan dengan adanya pengerebekan oleh Polda Sumut di Bandara Internasional Kualanmu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Selasa (27/04/2021), dimana adanya penggunaan alat rapid tes bekas kepada para penumpang yang akan bepergian menggunakan pesawat terbang.
“Kita sangat kecewa dengan pernyataan dari Direktur PT. Kimia Farma, yang tidak mau meminta maaf atas dugaan karyawannya mengunakan alat rapid tes bekas terhadap para penumpang di Bandara Internasional Kualanmu, sebelum terbukti,”ujar Feri kepada awak media ini, Rabu (29/04/2021).
Feri Afrizal menyanyangkan sikap sombong dari pihak Kimia Farma dalam permasalahan ini. Seharusnya dia dapat mendinginkan suasana dengan melakukan permintaan maaf kepada masyarakat yang sudah dirugikan itu.
“Kok mesti menunggu hasil penyelidikan Kepolisian, padahal sudah ada pengakuan sewaktu pemeriksaan dilokasi bandara saat dilakukan interograsi kepada karyawan Kimia Farma oleh pihak Kepolisan,”ketus Feri.
Apalagi, dengan menggunakan alat rapid tes bekas, ini dapat membahayakan banyak orang. Sementara, pemerintah bekerja keras untuk lepas dari virus berbahaya ini. Sekali lagi kita minta kepada pemerintah untuk mengevaluasi kerjasama dengan perusahaan tersebut.
“Sepertinya pihak Kimia Farma mau lepas tangan dalam permasalahan ini dengan menumbalkan semua kesalahan kepada karyawannya,”tambah Ketua Formapera.
Kami atas nama lembaga mendukung pemerintah dan pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan, audit dan investigasi lebih dalam dan menyeluruh terkait kasus ini. Dan ungkap dalang dibalik kejadian ini. (Andi)
