![]() |
| Petugas Covid-19 saat melakukan pengorekan guna pemakaman warga yang terduga Covid-19 di lokasi pemakam Covid-19 di Pasar XII, Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan. |
Metro7News.com, Percut Sei Tuan – Sekarang ini kinerja Rumah Sakit Mitra Medika Jalan Medan – Batangkuis, Dusun XI Emplasmen, Bandar Klippa, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik.
Belum lagi selesai terkait penanganan jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Mitra Medika yang diduga melanggar protokol kesehatan (Prokes), Standard Covid-19, atas warga Batangkuis yang berinisial T (68), pada Kamis (25/03/2021), bulan lalu.
Kini hal serupa terjadi kembali, terkait kesalahan prosedur dalam penanganan terhadap jenazah pasien diduga Covid-19 di rumah sakit tersebut. Kali ini, para medis Rumah Sakit Mitra Medika salah membuat identitas jenazah kepihak keluarga.
Hal ini diduga akibat keteledoran para medis melakukan penanganan atas jenazah tersebut, yang berujung protes dan kegaduhan dilokasi pemakaman Covid-19 di Pasar XII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Hasil pantauan awak media dilokasi pemakaman, jenazah atau almarhum berinisial S (62), warga Desa Bandar Khalipah yang diduga meninggal akibat Covid-19, Jum’at (02/04/2021), sekira pukul 02.00 WIB.
Ketika dikonfirmasi kepada salah seorang medis Rumah Sakit Mitra Midika, berinisial RP mengatakan, dia hanya sebatas menangani situasi, dan merupakan tim pemulasaraan (Pemakaman), yang hanya operan kerja saja disini.
“Kalau keluarga almarhum mau komplain, langsung saja ke Rumah Sakit Mitra Medika, karena ini kesalahan tim dari rumah sakit,”jelas RP kepada awak media.
Ditambahkannya, bahwa tim yang salah membuat identitas almarhum yang melakukan kesalahan tersebut telah diberhentikan pihak rumah sakit.
“Tim yang telah melakukan kesalahan itu, sudah diberhentikan oleh pihak manajemen rumah sakit, karena ini merupakan kesalahan human error bang, kejadian ini baru terjadi di Rumah Sakit Mitra Medika,”pungkas RP.
Sementara, keluar almarhum dalam hal ini sangat kesal dengan kinerja pihak Rumah Sakit Mitra Medika yang sudah teledor dalam hal ini. Yang akhirnya menajdi amburadul dalam pemakaman itu
“Atas kejadian ini, kinerja rumah sakit menjadi pertanyaan besar oleh publik, artinya kinerjanya para medis di rumah sakit itu kurang profesional. Kami merasa di rugikan atas kejadian yang menimpa kelaurga kami,”ucap keponakan almarhum.
Hal sedana dikatakan istri almarhum, dia sangat keberatan atas kejadian ini, makanya sebelum dilakukan pemakam, peti mati dibuka, karena ada kesalahan nama yang tertulis di peti mati dengan identitas jenazah.
“Soalnya pihak Rumah Sakit Mitra Medika menyatakan suami saya hanya sakit sesak nafas akibat paru-paru kotor, bukan akibat Covid-19.Tetapi begitu meninggal diberikan surat Covid-19, ini menjadi pertanyaan bagi keluarga, kenapa sebelumya tidak ada pemberitahuan,”herannya.
Pada saat dilakukan pemakaman para medis dari Rumah Sakit Mitra Medika dikawal oleh pihak Kepolisian dari Mapolsek Percut Sei Tuan. (red)
