-->

Notification

×

Iklan

Dinas Perkim Diminta Evaluasi Pengerjaan Drainase Di Jalan Amal

Jumat, 10 Desember 2021 | Desember 10, 2021 WIB Last Updated 2021-12-10T06:36:26Z

 

Kondisi pengerjaan drainase di Jalan Amal, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan. (foto/AG)

Metro7news.com, Percut Sei Tuan – Direktur Eksekutif Lumbung Amanat Rakyat Sumatera Utara (LARaS), Firdaus Tanjung minta kepada kepada Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Kabupaten Deli Serdang, untuk mengevaluasi pekerjaan drainase di Jalan Amal, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.


Menurut Firdaus Tanjung, diduga pekerjaan draenasi tersebut asal jadi, juga adanya manipulasi bahan. Pasalnya, belum aja selesai dikerjakan, terlihat sudah ada yang ambruk. Ini menunjukan bahwa pihak rekanan diduga melakukan manipulasi bahan. 


“Artinya, ada dugaan permainan dalam volume bahan, sehingga coran dinding drainase tersebut ambruk. Walaupun saat ini lagi dilakukan perbaikan pada dinding drainase yang ambruk tersebut,”jelas Firdaus kepada awak media, Jum’at (09/12/21).




Menurutnya, walau ada perbaikan yang dilakukan pihak rekanan, namun dalam hal ini sudah terliha pada awal pekerjaan sudah menunjukan bahwa pekerjaan tersebut terkesan asal jadi. Dan diduga ada manipulasi volume bahan.


“Jadi terkesan, kurangnya pengawasan dari pihak Perkim. Kalau hal ini dibiarkan akan merugikan keuangan negara, akibat pekerjaan yang dilakukan pihak rekanan tidak berkualitas dan tidak dapat dinikmati masyarakat,”ungkap Firdaus.


Saat dikonfirmasi kepada mandor pekerjaan bernama Fajar, bahwa ambruknya coran saluran drainase pada waktu itu, dikarenakan alam.


“Bukan karena adanya manipulasi bahan, tetapi ambruknya coran drainase tersebut dikarenakan alam. Saat ini kami lagi memperbaikinya lagi,”jelas Fajar. 


Terpisah, saat dikonfirmasi kepada Kasi Penanggulangan Genangan dan Banjir, Dinas Perkim Kabupaten Deli Serdang, M. Sidebang, ST melalui via WhatsApp mengatakan, sampai dengan saat ini, pekerjaan tersebut sedang dalam pelaksanaan dan tetap dimonitoring oleh pengawas lapangan. 


Menurutnya, kalau ada kerusakan pada fisik pekerjaan akibat faktor eksisting yang rawan tergenang/banjir ketika turun hujan, sehingga berpengaruh terhadap konstruksi dinding yang sudah atau baru selesai dicor.


“Kita sudah menegur pihak rekanan dilapangan dan telah menginstruksikan untuk dibongkar serta dikerjakan kembali,”jelas Sidebang.

 

Ditambahkan Firdaus, banyak pekerjaan drainase yang tidak bermasalah, walau kondisi hujan, bahkan lokasi pekerjaan tersebut banjir. Tetapi tidak ambruk, seperti pekerjaan drainase di Jalan Makmur Ujung, Kecamatan Percut Sei Tuan, dan ada beberapa lokasi lagi.


“Inikan masih dikatakan pekerjaan ringan, bukan besar. Jadi dalam hal ini jangan selalu beralasan alam,”ketus Firdaus Tanjung. (AG)


×
Berita Terbaru Update