-->

Notification

×

Iklan

Seorang Korban Kecelakaan Maut Angkot Mini Wampu, Adalah Warga Rusunawa Kayu Putih

Minggu, 05 Desember 2021 | Desember 05, 2021 WIB Last Updated 2021-12-06T03:21:39Z
Salah seorang korban kecelakaan maut, diketahui berdomisili di Komplek Rusunawa Kayu Putih. (foto/Fendi Lubis)


Metro7news.com, Tanjung Mulia Hilir - Malang tak dapat ditolak Untung tak dapat di raih. Kecelakaan tragis yang menimpa korban kecelakaan maut angkutan kota (Angkot), Mini Wampu trayek 123, pada Sabtu (04/12/21), siang kemarin, diketahui bernama Batara Arengga Nasution (38), bertempat tinggal di Komplek Rusunawa, Jalan Kayu Putih, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli.


Keluarga korban sangat terpukul atas kejadian tersebut. Keterangan yang di himpun awak media ini langsung dari orang tua korban, ayahnya bernama Darwis Arengga Nasution, di rumah duka tempat korban disemayamkan. 


Dari penuturan ayah korban, yang menceritakan kronologis kejadian perihal anaknya menaiki mobil Angkot Mini Wampu trayek 123 dengan nomor plat BK 1610 UE. 


Bermula korban Batara Arengga Nasution, berpamitan hendak berangkat kerja, namun sebelumnya, korban berniat ingin mengambil handphone miliknya yang diperbaiki di salah satu konter handphone tepatnya di Jalan Petisah Medan.


"Udah selesai mengambil handphone, dia (korban-red), mau berangkat ke tempat kerjanya di Jalan Cemara naik sebuah Angkot Mini Wampu trayek 123," ungkap ayah korban.


Tapi naas menimpa korban, mobil Angkot yang di tumpanginya menerobos palang perlintasan kereta api. Sehingga kejadian maut tersebut tak dapat dihindari. 


Angkot Mini Wampu trayek 123 dengan nomor plat BK 1610 UE yang di tumpangi korban, bersama korban lainnya, hancur ditabrak kereta api. Korban Batara Arengga Nasution, meninggal di tempat kejadian.


Di duga sopir tersebut mengendarai angkotnya ugal-ugalan dengan tidak memikirkan nyawa orang lain. Supir tersebut menerobos palang pintu perlintasan kereta api di Jalan Sekip, Kecamatan Medan Petisah. 


Informasi yang dikumpulkan, korban tewas akibat kecelakaan angkot maut tersebut berjumlah 4 orang dan 3 orang korban telah diambil oleh pihak keluarga.


Ini nama-nama korban Angkot maut :

1. Faida Naila Harahap, Warga Jalan Karya Ujung, Kecamatan Medan Barat.

2. Asma Nur, warga Jalan Karya Ujung Kecamatan Medan Barat.

3. Barata Arengga Nasution (38), warga Komplek Rusunawa Jalan Kayu Putih no 9, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli.

4. Mr. X karena belum di ketahui identitasnya.

 

Pada kejadian itu, Kasat Lantas Polrestabes Medan, langsung turun ke lokasi. Dalam keterangan resminya, Kasat Lantas Polrestabes Medan menyampaikan bahwa Angkot Mini Wampu trayek 123 dengan plat nomor BK 1610 UE tersebut menerobos palang kereta api yang telah di tutup petugas. Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Medan Baru.


"Supir Ankot telah kami amankan di Polsek Medan Baru, untuk proses hukum guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,"ungkap AKB Sony kasat lantas Polrestabes Medan.


Korban Barata Arengga Nasution, pada Sabtu (04/12/21), sekira malam hari telah diambil oleh pihak keluarga dari rumah sakit Royal Prima. Pihak keluarga telah  memakamkan korban, Minggu (05/12/21), sekira pukul 13:00 WIB, di TPU Jalan Porta Kecamatan Medan Deli.


Harapan pihak keluarga korban, meminta kepada petugas Kepolisian yang menangani kasus ini untuk mengusut kejadian maut ini sampai tuntas. Dan supir Angkot mendapatkan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negara ini.


"Kami minta agar pihak Kepolisian mengusut kejadian ini sampai tuntas, dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal,"pinta Darwis Arengga Nasution orang tua korban. (FL)

×
Berita Terbaru Update