
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi. (foto : istimewa)
Metro7news.com | Madina - Bos tambang emas ilegal di Kabupaten Madina, Ahmad Arjun Nasution (AAN) bakal segera dilimpahkan Poldasu ke JPU Kejatisu kata Kabid Humas, Senin (04/04/2020).
Kabid Humas Poldasu, Kombes Hadi Wahyudi yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, berita acara pemeriksaan (BAP), tersangka Ahmad Arjun Nasution dinyatakan lengkap (P21) pada, Kamis (31/03/2022) lalu dan yang bersangkutan diminta hadir pada Senin (04/04/2022), untuk diserahkan ke JPU, namun tidak dapat hadiri dengan alasan sakit.
"Berkas dinyatakan lengkap pada Kamis (31/03/2022) lalu penyidik melayangkan surat panggilan kepada tersangka AAN untuk hadir di Mapoldasu pada Senin (04/04/2022), namun kuasa hukumnya minta ditunda sampai, Kamis (07/04/2022) dengan alasan kliennya sedang sakit," kata Kombes Hadi Wahyudi
Penyerahan (P21) itu dimaksudkan tersangka berikut barang bukti. "Jadi yang diserahkan ke JPU pada Kamis 7 April 2022 nanti adalah tersangka AAN berikut barang bukti dalam kasus itu.
Sebagaimana diketahui, tersangka Ahmad Arjun Nasution ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pertambangan emas ilegal (Illegal Mining) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), atas Laporan Polisi Nomor: LP/1645/IX/2020/SPKT “II” tanggal 1 September 2020, dengan tuduhan melakukan aktivitas pertambangan emas ilegal tanpa memiliki izin dan tidak mempunyai izin lingkungan dari pemerintah.
Tersangka yang diketahui ketua salah satu ormas di Kab Mandailing Natal (Madina) itu terakhir diperiksa penyidik Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Poldasu pada, Selasa (15/03/2022) pasca berkas pemeriksaanya dikebalikan Jaksa untuk dilengkapi.
Tersangka AAN saat itu diperiksa sejak pagi hingga siang hari.
Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, pemeriksaan terhadap tersangka AAN untuk melengkapi berkas pemeriksaan sebelumnya yang dikembalikan (P-19) oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejatisu.
Tersangka, kata Hadi, tidak dilakukan penahanan karena sakit menyusul adanya jaminan dari pihak keluarga.
"Setelah diperiksa, tersangka AAN tidak dilakukan penahanan dengan alasan yang bersangkutan sakit dan pertimbangan lain dari penyidik," sebutnya.
(Syawal)