![]() |
| Kondisi SD Negeri Geruguh, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, dimana kegiatan belajar mengajar tidak efektif, dan guru-gurunya jarang hadir. (Foto : Amdan Harahap) |
Metro7news.com | Subulussalam - Sekolah Dasar Negeri Geruguh, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam jadi perbincangan hangat dalam dua hari terakhir ini. Bahkan menjadi sorotan beberapa Pers dan LSM yang Kota Subulussalam.
Hal tersebut karena munculnya pemberitaan di salah satu media online tentang sekolah tersebut yang tidak sesuai peraturan.
Dalam pemberitaannya, menyebutkan kegiatan belajar mengajar sekolah itu selalu tidak mengikuti waktu yang sudah ditentukan.
Bahkan jadwal proses belajar mengajar di mulai pukul 10 WIB. Hal ini berlanjut hingga sekarang ini.
"Bahkan guru di waktu mata pelajaran sering tidak ada, begitu juga dengan kepala sekolah jarang di tempat. Sehingga murid-murid terlantar, karena tidak ada yang mengontrolnya," ujar Thamrin Barat, Ketua GMBI Subulussalam, Sabtu (18/06/2022).
Menurutnya, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Kota Subulussalam meminta kepada pihak yang berkompeten untuk mencopot Kepala Sekolah SD Negeri Geruguh, Nurizal, SPd.
"Pada waktu saya berkunjung ke sekolah tersebut, para murid sewaktu jam proses belajar mengajar, hanya bermain saja. Karena guru tidak ada, begitu juga kepala sekolahnya jarang di tempat," ujar Ketua GMBI
Senada dikatakan Ketua LSM Pendidikan Aceh, Sabirin Siahaan, mendukung usulan Ketua GMBI Subulussalam.
Pasalnya, Kepala Sekolah SD Negeri Geruguh, diduga tidak becus mengelola sekolah tersebut. Dan mengapresiasi kepedulian LSM GMBI terhadap pendidikan.
"Kita mengapresiasi dan mendukung kepedulian LSM GMBI dunia pendidikan di Kota Subulussalam, dan kita minta Kadis Pendidikan Kota Subulussalam untuk merespon permasalahan ini," ungkap Sabirin.
Menurut Sabirin, hal ini sudah diketahui warga maupun kepala desa bahwa sekolah itu banyak permasalahan. Dimana proses belajar mengajarnya tidak efektif.
"Kami juga sudah pernah datang langsung ke SDN Geruguh, guna memastikan sejumlah laporan dan ternyata saat kami sampai disekolah itu, sekolah sudah kosong. Padahal jam masih berkisar pukul 10 WIB," jelas Sabirin Siahaan.
Diharapkan kepada Dinas Pendidikan mempertimbangkan usulan LSM GMBI mengganti Kepsek SD tersebut demi terpeliharanya nama baik Dinas Pendidikan Kota Subulussalam dan demi masa depan anak-anak bangsa di desa itu.
Terpisah ketika dikonfirmasi awak media media kepada Kepala Sekolah SD Negeri Geruguh, Nurizal, SPdi di salah satu warung di Wilayah Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam-Aceh memberikan klarifikasi bahkan ia juga sempat bercerita panjang menyampaikan keluhan sekolah yang dia pimpin tersebut.
"Saya setiap hari hadir, kecuali ada hal-hal penting yang perlu diurus di Dinas Pendidikan. Makanya, saya tidak bisa di jumpai, karena posisi saya lagi di Dinas Pendidikan untuk mengurus Ijazah," tandas Nurizal.
Dan Nurizal membenarkan tentang ketidak hadiran gurudi sekolah tersebut, dan dia sudah mengingatkan para guru atas ketidakhadiran mereka di sekolah itu.
"Di antara guru yang berstatus PNS di sekolah tersebut, dari empat orang, hanya satu yang rajin," tegasnya.
(Amdan Harahap)
