![]() |
| Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, SH bersama Kapolres Madina, AKBP H.M Reza Chairul AS, SIK, SH, MH duduk bersila terima aspirasi PMII Kabupaten Madina, Senin (12/09/22). (foto : syawal) |
Metro7news.com | Madina - Dalam seminggu ini, Kantor DPRD Kabupaten Mandailing Natal telah didatangi oleh dua kelompok mahasiswa. Hari ini, Senin (12/09/22) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal giliran mereka mendatangi gedung perwakilan rakyat itu.
Dalam aksinya, PMII meminta kepada perwakilan rakyat, melalui Ketua DPRD Madina untuk meneruskan tuntutan mereka ke pemerintah pusat.
Ketua PMII Kabupaten Madina, Ali Musa yang memimpin kurang lebih lima puluh orang simpatisan PMII. Dalam tuntutannya, PMII menolak dengan tegas kebijakan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Hari ini, kami menyampaikan tuntutan kami agar bisa Bapak-bapak teruskan ke pemerintah pusat bahwa kami PMII Madina menolak dengan tegas kebijakan naiknya BBM. Apa daya kami, sebagai anak-anak petani. Bahkan biaya angkutan untuk adik-adik kami pun semakin tinggi," ucap Ali dalam orasinya.
Ali Musa juga menceritakan kesusahan masyarakat sebelum naiknya BBM. Dia mencontohkan, masyarakat Madina khususnya yang mayoritas petani saat ini masih merangkak untuk bangkit usai pandemi.
Namun dengan adanya kebijakan naiknya BBM ini, semakin membuat masyarakat di Madina semakin terpuruk.
"Bapak Ibu kami mayoritas petani. Harga BBM naik, tapi harga hasil kebun semakin turun. Harga karet saja, sekarang hanya sepuluh ribu, bisa beli apa diharga segitu," tegas Ali Musa.
Orasi mahasiswa PMII ini disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis didampingi Kapolres Madina, AKBP HM. Reza Chairul AS, SIK, SH. Menanggapi tuntutan dari PMII ini, Ketua DPRD mengajak mahasiswa untuk duduk bersama di depan gedung DPRD Madina.
"Mari kita duduk bersama. Sama-sama duduk dibawah kita, agar tidak ada perbedaan. Saya berasal dari masyarakat. Sebelum kebijakan ini, saya juga sudah mengkritisi pemerintah pusat agar mengkaji ulang kebijakan tersebut," jelas Erwin.
Erwin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada PMII yang dengan tertib dan santun menyampaikan aspirasinya. Dia juga tidak pernah melarang dari organisasi apapun untuk menyampaikan pendapat di gedung DPRD.
"Saya tidak pernah melarang siapapun untuk melakukan aksi. Dari organisasi apapun saya siap menerima, ini gedung DPRD milik kita bersama, siapapun punya hak yang sama,"tegasnya.
(Syawal)
