
drh.H.Muslim Kepala Dinas Perikanan Kota Tanjung Balai akan melakukan pengecekan terkait minyak solar bersubsidi yang di salahgunakan di lapangan. (foto : Dst7)
Metro7news.com | Tanjungbalai - Terkait dugaan penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar yang dijual oleh SPBB 17.213.01 ke kapal fisher dan pukat apung yang berkapasitas besar di Teluk Nibung Tanjungbalai, Muslim Kepala Dinas Perikanan Kota Tanjung Balai kepada Metro7news.com mengatakan, akan segera melakukan pengecekan terhadap SPBB tersebut.
"Saya akan melakukan pengecekan secepatnya, untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan benar. Kita gak mau kalau rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Dinas Perikanan selama ini, dilapangan disalah gunakan oleh pihak tertentu. Kita akan segera periksa, sesuai atau tidak dengan rekomendasi," jelas Muslim, Senin (10/10/22) kemarin.
Masih menurut Muslim, dirinya yang baru saja ditetapkan sebagai Kadis Perikanan pada minggu lalu oleh Walikota Tanjung Balai akan melakukan berbagai pengecekan terhadap seluruh rekomendasi BBM bersubsidi bagi nelayan tradisional.
Kepada media, Muslim juga meminta untuk terus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengannya untuk mewujudkan pelayanan prima di dinas yang sedang dipimpinnya.
"Berhubung saya masih baru saja disini, maka saya akan segera melakukan pengecekan secara rutin terkait seluruh rekomendasi BBM bersubsidi bagi para nelayan yang pernah dikeluarkan oleh Dinas Perikanan. Ke depannya nanti, bersama media, saya akan lakukan sosialisasi kepada seluruh nelayan tradisional agar segera menyiapkan seluruh surat izin yang diperlukan sebagai dasar dikeluarkannya rekomendasi," paparnya.
Pihak SPBB 17.213.01 Teluk Nibung Tanjungbalai hingga saat ini masih bungkam dan belum juga ingin memberikan tanggapan kepada media terkait dugaan penyelewengan BBM bersubsidi yang terjadi di lokasinya.
Ditempat terpisah, Agustiawan, Section Head Communication And Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut kepada Metro7news.com melalui whatsappnya menjelaskan, bahwa memang benar suplay BBM bersubsidi jenis solar yang masuk ke SPBB tersebut berasal dari Instalasi TBBM Labuhan Deli Medan.
Menurutnya alokasi BBM bersubsidi jenis solar untuk seluruh SPBB sebesar 976 Kilo liter perbulan. Pertamina sendiri memiliki tugas untuk melakukan monitoring, mulai dari administrasi hingga laporan penyaluran BBM bersubsidi kepada pemerintah daerah.
Namun dirinya tidak menyebutkan kapan Pertamina akan melakukan monitoring ke SPBB yang ada di Tanjungbalai.
"Pertamina ditugaskan untuk monitoring, mulai administrasi hingga laporan, kami juga akan mengechek apakah ada rekomendasi atau tidak. Pertamina juga akan melakukan inspeksi mendadak ke lapangan, baik secara mandiri maupun beserta regulator terkait, sebab ada fungsi badan penyelenggara yang lain" jelas Agustiawan, Selasa (11/10/22).
(Dst7)
