![]() |
| Minaria Sitorus sewaktu mengklarifikasi dirinya telah melakukan penganiyaan kepada seorang bocah berumur 1 tahun. (foto : BS) |
Metro7news.com | Patumbak - Terkait pemberitaan di salah satu media online dengan judul "Bayi 1 Tahun Dianiaya Hingga Berdarah", mendapat bantahan dari Minaria Sitorus.
Hal tersebut di katakannya ketika di konfirmasi awak media di Jalan IndoFarm, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (14/10/22).
"Apa yang di katakan Emmi Fenti Lamria Malau dengan tuduhan ada menganiaya anaknya yang berumur 1 tahun tidak benar,"jelasnya.
Menurutnya, mana mungkin saya (Minaria) memukul anaknya yang baru berumur 1 tahun sehingga sampai pendarahan di hidungnya.
"Saya bersumpah demi agama saya tidak ada menyentuh anaknya sedikitpun, tetapi justru saya yang di cakar istrinya, Emni Fenti dan suaminya mendorong saya sewaktu di ladang," tambahnya.
Makanya, lanjut Minaria Sitorus mengklarifikasi tuduhan tersebut. Itu sama sekali fitnah, justru Minaria yang mendapat cakaran di wajahnya.
Menurut Minaria, berawal dari laporan dari warga yang kasian padanya, warga tersebut memberitahukan bahwa ladangnya di traktor. Padahal ladang tersebut sudah di ganti rugi pada orang tuanya.
"Mungkin dikiranya ladang itu masih mereka punya," tutur Minaria menceritakan kepada awak media.
Saat dikonfirmasi kepada Boncel dan rekannya mengenai ancaman pembuuhan serta mengeluarkan samurai. Boncel menjelaskan kepada awak media bahwa mereka hanya memisahkan agar tidak terjadi keributan.
"Malah kita yang di dorong-dorong sama Life Enjoy Purba beserta istrinya, agar kami emosi. Tetapi kami tidak memberi perlawanan apa pun sesuai dengan rekaman dan kami tidak ada mengeluarkan samurai, kami saat itu mau ke ladang," ungkap Boncel.
Ditambahkan Boncel, bahwa dia datang ke lahan bukan memakai nama Organisasi Pemuda Pancasila, tetapi atas diri sendiri untuk mencegah agar jangan terjadi keributan.
Dimana Organisasi Pemuda Pancasila tidak membenarkan untuk membuat suatu keributan kepada masyarakat.
"Pemuda Pancasila harus melindungi masyarakat dan mengayomi masyarakat, tanpa masyarakat, Pemuda Pancasila tidak dapat berdiri," imbuh Boncel.
Hal yang sama diungkapkan Ketua Pemuda Pancasila Patumbak, Bodan. Dia mengatakan tidak benar anggotanya membuat keributan. Pemuda Pancasila harus melindungi masyarakat yang lemah dan mengayomi serta melindungi masyarakat.
Tanpa masyarakat Pemuda Pancasila tidak akan bisa menjalani roda-roda kepemudaan.
"Jadi saya selaku Ketua Pemuda Pancasila Cabang Patumbak selalu mengingkatkan agar merangkul masyarakat dan jangan pernah membuat suatu permasalahan kepada masyarakat atau pun membuat keributan," pungkas Bondan.
(BS)
