Komisi C Bantah Isu Sentimen Saat Sidak ke UD Aguaris

Komisi C Bantah Isu Sentimen Saat Sidak ke UD Aguaris

Rabu, 23 November 2022

 

Komisi C DPRD Tanjung Balai saat lakukan Sidak ke UD Lina. (Ist)

Metro7news.com | AsahanAchong, Pengusaha UD Aguaris dihadapan Komisi C DPRD Tanjung Balai mengatakan, bahwa dirinya sedang ditimpa masalah persaingan bisnis dengan UD Lina yang berada di Jalan Letjend Suprapto, Sei Tualang Raso yang sama-sama menjadi produsen es kristal. Dirinya menduga bahwa aksi Koalisi Aktivis dan laporan masyarakat tersebut dipicu oleh persaingan usaha. 


Hal tersebut langsung dibantah oleh Mas Budi Panjaitan, Legislator Fraksi PKS yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Tanjung Balai, kepada wartawan, Mas Budi Panjaitan menerangkan, bahwa dirinya membantah dugaan Achong yang diaggapnya terlalu jauh. DPRD sendiri memiliki tugas pengawasan yang akan mengakomodir setiap laporan masyarakat.



"Kami (DPRD) lembaga yang memiliki fungsi pengawasan, akan menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan oleh masyarakat. Jadi, tidak ada kaitannya antara Sidak ini dengan sentimen persaingan bisnis, seperti yang diutarakan oleh Achong," ungkap Mas Budi.


Mas Budi juga menambahkan, sebagai bentuk kearifan dan keutamaan norma keadilan, Komisi C juga telah melakukan Sidak ke lokasi pabrik es kristal milik UD Lina dihari yang sama, Senin (21/11/22). Saat melakukan inspeksi ke pabrik UD Lina, Komisi C menemukan perbandingan kebersihan dan tingkat sterilisasi yang jauh berbeda antara UD Lina dan UD Aguaris. 



"Saat Kami melakukan inspeksi ke UD Lina, memang terlihat cukup bersih dan higienis proses produksi yang mereka lakukan. UD Liina juga menggunakan bahan baku air PDAM yang diproses hingga 37 kali penyulingan atau proses R.O, baru diproduksi menjadi es kristal," ucapnya.


Lebih jauh Mas Budi Panjaitan menceritakan bahwa pihaknya saat ingin meninjau ke dalam pabrik pengolahan es kristal milik UD Lina diminta untuk menanggalkan alas kaki diluar. Lalu memberikan alas kaki khusus bagi pengunjung. 


Hal tersebut menunjukkan bahwa management UD Lina memang mengutamakan kebersihan dan kesehatan dalam proses produksinya. 


"Saat Kami mau meninjau ke dalam pabrik UD Lina, kami diminta untuk melepas alas kaki, lalu mereka berikan alas kaki khusus untuk kami pakai dan bawa masuk ke dalam area produksinya. Perbedaan penanganan kebersihannya sangat jauh, UD Lina memang lebih steril," pungkas Mas Budi.


(Dst7)