![]() |
| Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam Edi Sahputra Bako, menyayangkan adanya isu tidak sedap pasca kegiatan kunjungan kerja atau Bimtek para kepala desa. |
Metro7news.com|Subulussalam - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako, menyayangkan adanya isu tidak sedap pasca kegiatan kunjungan kerja (Kunker) atau Bimtek para kepala desa se-Kota Subulussalam di Batam.
Pasalnya, kegiatan tersebut terciderai akibat beredarnya isu disalah satu berita media online yang mengabarkan adanya oknum kepala desa yang bermasalah dan sempat diamankan oleh pihak keamanan di Batam.
Isu yang berkembang diberita online tersebut, tidak tanggung tanggung bahwa oknum tersebut diamankan akibat diduga mengkonsumsi narkoba.
atas dugaan kejadian itu, tentu kita mengecam oknum tersebut dan meminta pihak Pemerintah Kota Subulussalam untuk memperjelas informasi ini agar terang benderang dan tidak perlu ditutupi kebenarannya.
"Mulai dari awal YARA menolak kegiatan Kunker atau Bimtek ini yang dilaksanakan di akhir tahun, terkesan hanya bersifat liburan tahun baru yang bisa membawa dampak negatif," ujar Edi.
Tambahnya, kegiatan itu terkesan tidak pantas, disaat kondisi aparatur desa belum gajian selama kurang lebih 6 bulan. Namun ada kegiatan pemborosan dengan dalih Kunker atau Bimtek keluar daerah.
"Kalau toh hanya Bimtek kan bisa saja dilakukan di daerah, yang mana biayanya lebih irit dan perputaran uang di daerah sendiri yang bisa memacu perekonomian masyarakat di negeri sada kata," tutup Edi
(Amdan Harahap)
