![]() |
| Tersangka D berdiri ketiga dari kanan, terlihat sedang mengambil Hp milik korban saat kejadian. (foto koleksi) |
Metro7news.com | Medan - Aksi premanisme berupa pemerasan yang dialami oleh Winardi (43) warga Jalan Sei Belutu PB Selayang Medan yang terjadi di Jalan Bima Sakti 11 Petisah Tengah pada 27 Januari lalu, mulai menemukan titik terang.
Pada Rabu (01/03/23) kemarin, dua dari tiga pelaku berhasil diringkus oleh unit Reskrim Polsek Medan Baru di seputaran Jalan Kapten Muslim Medan. Kedua tersangka tersebut kini masih mendekam di sel Mapolsek Medan Baru.
Namun sayangnya, satu pelaku berinisial D hingga kini masih bebas berkeliaran dan belum berhasil diamankan oleh petugas Kepolisian Sektor Medan Baru.
Menurut Winardi, saat kejadian, dengan arogannya D melakukan perampasan satu unit handphone miliknya. Handphone tersebut pun kini menjadi barang bukti yang telah diamankan oleh penyidik Reskrim Polsek Medan Baru.
"Si D lah yang mengambil hp ku itu bang, arogan kali dia waktu itu. Sampe semua pengunjung di warung ketakutan," ujarnya kepada Metro7news.com, Rabu (15/03/23).
Terkait belum tertangkapnya D oleh unit Reskrim, awak media ini beberapa kali mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Medan Baru, Kompol Ginanjar Fitriadi dan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Masagus melalui selulernya.
Sabtu (11/03/23) saat wartawan memberikan kordinat posisi kediaman D beserta tampilan Google Map Location dan melakukan konfirmasi terkait hal tersebut, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru hanya menjawab terimakasih kepada awak media.
Tanpa menerangkan lebih lanjut, kapan pihaknya akan melakukan penangkapan terhadap D.
Sementara saat dikonfirmasi, pada Selasa (14/03/23) dan Kamis (16/03/23) Kanit Reskrim beserta Kapolsek Medan Baru Kompol Ginanjar Fitriadi hanya membisu dan tak menjawab konfirmasi wartawan.
Salah seorang keluarga korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa ada kejanggalan jika polisi tak berhasil menangkap D.
Padahal posisi kordinat D telah disampaikan kepada petugas. Dirinya pun menduga ada aksi main mata antara D dengan pihak Polsek Medan Baru.
"Lucu kan bang. Masak udah kita kasi kordinatnya, foto kediamannya, bahkan Map Location si D, sampai sekarang tak juga tertangkap. Ada apa sebenarnya antara Polsek Medan Baru dengan si D ini ? Kami merasa ada yang janggal," pungkas nya.
(Dst7)
