-->

Notification

×

Iklan


Program Les Bahasa Inggris Zero English Teenager SMP di Kecamatan Garoga

Sabtu, 31 Januari 2026 | Januari 31, 2026 WIB Last Updated 2026-01-31T05:08:12Z
Pemerintah Kecamatan Garoga dan masyarakat mengadakan rapat pembentukan kegiatan les tambahan mata pelajaran Bahasa Inggris di Gereja GPDI Garoga Kota, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (30/01/2026). 

Metro7news.com|Garoga - Diera globalisasi saat ini, penguasaan kemampuan Bahasa Inggris sangat diharapkan untuk dikuasai oleh peserta didik dalam rangka menyiapkan diri dalam dunia kerja nantinya. 


Mengejar ketertinggalan para peserta didik Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemerintah Kecamatan Garoga dan masyarakat mengadakan rapat pembentukan kegiatan les tambahan mata pelajaran Bahasa Inggris di Gereja GPDI Garoga Kota, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (30/01/2026). 


Pertemuan ini dipimpin langsung Camat Garoga, Ade Harry Situmorang di hadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, Angota DPRD Taput, Kepala Sekolah tingkat SD, SMP, SMA dan Guru Gahasa Inggris se-Kecamatan Garoga. 


Dalam kata sambutannya, Camat Garoga mengapresiasi pencetusan ide dari panitia kegiatan terkhusus kepada tokoh masyarakat, Sobar Sipahutar dan Anggota DPRD, Sahat Sibarani demi peningkatan kualitas sumber daya manusia terkhususnya para siswa di Kecamatan Garoga. 


"Terima kasih kepada panitia pelaksana terkhusus kepada Bapak Sobar Sipahutar dan Bapak Sahat Sibarani yang memotivasi peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Garoga, kelak siswa-siswi dari Garoga bisa berkompetisi menuju sekolah unggulan," Kata Ade Harry Situmorang. 


Tokoh masyarakat, Sobar Sipahutar dan juga sebagai pemerhati pendidikan di Kecamatan Garoga memaparkan ada tiga mata pelajaran yang paling pokok harus dibenahi. Pertama Bahasa Inggris karena merupakan induk bahasa pengantar didunia. Kedua bidang studi Matematika karena sebagai dasar dalam ilmu eksakta. Ketiga Atletik karena merupakan dasar olah raga.


"Bahasa Inggris, Matematika, Atletik, tiga hal yang harus di kembangkan sejak usia dini demi menuju generasi emas maka perlu dilaksanakan pendidikan non formal berupa les tambahan," jelas Sobar Sipahutar. 


Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Taput Dapil IV, Sahat Sibarani, SE, menjelaskan ketertinggalan pendidikan di Kecamatan Garoga, dan membuat ide pengembangan pendidikan secara gotong-royong dengan melibatkan semua lini masyarakat. 


"Kita akan membuat satu paguyuban pengembangan pendidikan Kecamatan Garoga, dimana pendanaannya secara gotongr-oyong beserta masyarakat yang berdomisili di Garoga dan anak rantau," jelas Sahat Sibarani. 


Pengembangan pendidikan di Kecamatan Garoga dengan memprioritaskan Bahasa Inggris, untuk saat ini sasaran pembelajaran kepada anak siswa-siswi tingkat SMP.


"Untuk saat ini, les Bahasa Inggris yang di utamakan dan sasaran kita masih ditingkat SMP dulu. Dan teknik pelaksanaannya nanti akan kita aturkan mulai dari penjaringan guru pengajar sampai proses belajar mengajarnya," pungkas Sahat Sibarani, SE.


Harapan masyarakat Kecamatan Garoga agar pelaksanaan pendidikan non formal yang digagas saat ini, terutama pelaksanaan les Bahasa Inggris Zero English Teenager di SMP se-kecamatan cepat terlaksana hingga kelak anak siswa-siswi Garoga dapat berkompetisi dengan yang lain menuju sekolah-sekolah unggulan di pemerintahan. 


"Kami masyarakat Garoga mendukung dan berharap kiranya pelaksanaan les tambahan ini cepat terealisasi kelak. Agar anak-anak kami bisa meraih sekolah lanjutan yang berstatus unggulan," harap S Lubis warga Kecamatan Garoga. 


(PS)

×
Berita Terbaru Update