![]() |
| Ibu-ibu pedagang Pasar Baru Panyabungan, menyampaikan keluhan Kepada Asisten II,y dr Syarifuddin Nasution, dan Kadis Perindag, Parlin Lubis, Senin (07/08/23). |
Metro7news.com|Madina - Korban kebakaran Pasar Baru Panyabungan pada Tahun 2018 lalu, yang saat ini ditempatkan di area relokasi korban kebakaran, mendatangi Kantor Bupati Mandailing Natal untuk meminta kejelasan tentang pemungsian gedung baru Pasar Baru Panyabungan, Senin (07/08/23).
Kedatangan Pedagang Pasar Baru Panyabungan yang didominasi kaum Ibu tersebut dipicu atas keresahan pedagang yang diakibatkan maraknya penjarahan di area relokasi korban kebakaran Pasar Baru Panyabungan.
Sehingga membuat pedagang merasa resah dan tidak nyaman lagi menempati kios tempat relokasi Pasar Baru Panyabungan.
Kaum Ibu Pedagang Pasar Baru Panyabungan meminta kejelasan dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tentang pemungsian Pasar Baru Panyabungan. Asisten II, dr Syarifuddin Nasution yang didampingi Kepala Dinas Perindag Kabupaten Mandailing Natal, Parlin Lubis, menyampaikan kepada pedagang, Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal akan berupaya merampungkan pembangunan Pasar Baru Panyabungan hingga Desember 2023 ini.
Selanjutnya, Parlin Lubis menyampaikan, estimasi pemungsian Pasar Baru Panyabungan, awal Tahun 2024 nanti akan difungsikan, paling lambat pada Maret 2024 tahun depan.
"Desember 2023 ini pembangunan drainase dan paving blok direncanakan akan rampung. Dan awal 2024 ini akan dibagi kiosnya. Jadi diestimasikan berfungsi pada Februari atau Maret 2024," jelas Parlin Lubis.
Selain itu, pedagang relokasi Pasar Baru Panyabungan juga turut mengeluh kondisi jalan menuju relokasi yang saat ini rusak berat dan berlumpur, sehingga mengakibatkan calon pembeli enggan datang ke kios pedagang untuk berbelanja.
Mendengar keluhan para pedagang, Kadis Perindag Kabupaten Mandailing Natal, akan segera turun meninjau lokasi dan memberikan solusi guna mengatasi keluhan pedagan relokasi Pasar Baru Panyabungan.
(Syawal)
