Terkait Kekurangan Lahan Plasma, Warga Batu Sondat Batahan Demo PTPN IV


 

Terkait Kekurangan Lahan Plasma, Warga Batu Sondat Batahan Demo PTPN IV

Senin, 08 Juli 2024

Aksi demo warga Desa Batu Sondat Kec Batahan Kab Madina di PTPN IV, Senin (08/07/24).

Metro7news.com|Madina - Warga Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar aksi damai di PTPN IV, Senin (08/07/24), mereka menuntut kejelasan terkait kekurangan lahan plasma yang menjadi hak warga Desa Batu Sondat.


Diketahui, warga Desa Batu Sondat yang tergabung dalam KUD Setia Abadi melakukan aksi karena menuntut kekurangan lahan koperasi yang selama ini dijanjikan pihak plat merah tersebut selaku bapak angkat.


Disela aksi, Ketua Kordinator dan penanggungjawab aksi, Najamuddin kepada wartawan menjelaskan, bahwa permasalahan antara KUD Setia Abadi dengan bapak angkat (PTPN IV) adalah terkait harga TBS yang tidak sesuai dengan harga pedoman dari Disbun atau harga PKS sekitar Batu Sondat.


“Bila dibandingkan dengan PKS PT. TBS Tandikek dengan PKS Timur PTPN IV, selisih harganya lebih dari 400 rupiah/kg. Jadi jelas, kerugian kami dari nilai jual TBS 400 rupiah/kg," ungkapnya.


Selanjutnya, Najamuddin menuturkan tentang pembangunan Kebun Plasma KUD Setia Abadi itu dari dana revitalisasi akad kredit dengan Bank Mandiri.


Namun ternyata, setelah lunas hutang KUD kami pada Bank Mandiri, ternyata masih ada lagi 23 M hutang kepada bapak angkat tersebut.


“Hutang 23 M itu tidak jelas keseluruhannya dan apa dasarnya. Penggunaannya untuk apa saja dan pihak PTPN IV tidak menjelaskan riciannya secara tertulis," pungkasnya.


Realisasi Kekurangan Areal Plasma KUD Setia Abadi


Awalnya, izin lokasi yang terbit 2.400 Ha untuk 1.200 Anggota KUD (Desa Batu Sondat, Kampung Kapas, Bintungan dan Muara Pertemuan) dan akad kreditnya cair 110 M. Namun tidak bisa dikuasai dan dibangunkan oleh pihak PTPN IV.


Setelah itu imbuhnya, sesuai kesepakatan izin lokasi berubah menjadi 1.000 Ha, tetapi khusus untuk masyarakat Desa Batu Sondat.


Namun, sampai saat ini yang terealisasi hanya 212 Ha. Itupun lahannya tidak produktif semuanya dan hanya 110 Ha yang produksi maksimal.


Atas kronologis diatas tambahnya, sebelum tuntutan kami terealisasi, maka lahan yang kami patok hari ini, akan kami stanvaskan berketerusan.


“Penyetopan Tangki CPO, inti dan TBS yang keluar masuk PTPN IV juga akan kami lakukan sampai aspirasi warga direalisasikan oleh bapak angkat dalam hal ini PTPN IV.” paparnya mengakhiri. 


(MSU)