![]() |
| Galian dan tanah hasil pekerjaan parit di Lingkungan 1 Kelurahan Sei Putih Timur 1 yang sudah sepekan tak diangkat. |
Metro7news.com|Medan - Warga masyarakat Lingkungan 1 Kelurahan Sei Putih Timur 1, Kecamatan Medan Petisah merasa resah akibat keberadaan tumpukan tanah dari galian parit di sekitar kediaman mereka.
Pasalnya, kegiatan yang berasal dari dana kelurahan, selain itu pekerjaannya malah makin memperkecil ukuran parit, juga dibangun bersekat-sekat dan berkotak-kotak. Sehingga terkesan, memperlambat jalannya arus air, dari yang sebelumnya lancar.
"Pemborongnya, waktu ditanya menjawab memang begitu ukuran dan spek pekerjaannya," ujar warga yang kediamannya dilewati pembangunan parit, Sabtu,(29/11/2025).
Bahkan lanjut warga tadi, pemborong pekerjaan juga membiarkan begitu saja tanah korekan parit. Dan terkesan mengacuhkan serta tidak peduli dengan keluhan warga dan masyarakat sekitar.
"Tolonglah pak informasikan kepada Wali Kota Medan, Bapak Rico Waas. Agar bekas galian parit menggunakan dana kelurahan ini dibersihkan," ungkap warga yang enggan dimuat identitasnya itu.
Tokoh masyarakat Lingkungan 1, Ir.H. Erwan Nasution yang dimintai komentarnya mengakui, sudahi sepekan yang lalu warga menginformasikan kepadanya soal tumpukan galian dan korekan pembuatan parit, dibiarkan menumpuk didepan rumah-rumah warga.
"Sudah lebih seminggu tidak diangkat, makanya kemarin saat banjir malah menambah repot warga," kata Erwan.
Erwan meminta kepada Pemko Medan agar segera menyahuti keluhan warga, dan secepatnya membersihkan bekas galian pekerjaan pembangunan parit itu.
(Fitri)
